POJOKBOGOR.id - Forum Nasional Sosial Masyarakat BEM Se-Indonesia mengadakan Webinar yang bertajuk “Mewujudkan Masyarakat Sehat, Indonesia Sehat dengan Mencegah Stunting” pada Sabtu (17/02/2024).

Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja dari Koordinator Isu Kesehatan Fornassosma Wilayah 4 untuk membahas dan mendiskusi tentang masalah stunting di Indonesia.

Webinar yang dilaksanakan dengan media zoom meeting ini berlangsung mulai dari 08.20–12.00 WIB dengan dihadiri kurang lebih 45 peserta.

Narasumber dalam webinar ini antara lain adalah Prof. Moesijanti Y.E. Soekatri, B.Sc., MCN., Ph.D (Dosen Gizi Politeknik Kesehatan Jakarta II), Dr. Tin Herawati, S.P, M.Si (Ketua Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen IPB University), dan juga Yuni Zahraini dari Direktorat Gizi Masyarakat dan masuk Tim Percepatan Penanganan Stunting mewakili Menteri Kesehatan RI.

Baca Juga: Sat Samapta Polres Bogor Gagalkan Aksi Tawuran antar Gangster

Webinar diawali dengan sambutan Perwakilan Menteri Kesehatan RI, Yuni Zahraini dari Direktorat Gizi Masyarakat Kemenkes RI. Lalu, memasuki Pemaparan materi diawali oleh Prof. Moesijanti Y.E. Soekatri, yang membawakan materi Stunting, mulai dari definisi stunting, dampak stunting, faktor faktor resiko stunting, hingga Konseptual Intervensi Penurunan Stunting Terintegrasi.

"Peran semua pihak dalam masalah stunting ini harus diperjelas agar kolaborasi dari mahasiswa pemerintah serta masyarakat di berbagai bidang saling Gotong Royong," ucap Koordinator Wilayah IV Fornassosmas BEM Se-Indonesia Latif Hidayatul Ikhsan dalam sambutannya.

Sementara itu, Prof Santi menyampaikan bahwa Stunting memiliki dampak jangka panjang pada perkembangan fisik, mental dan pola pikir anak.

Selain itu juga dapat menyebabkan keterbatasan kemampuan fisik, perkembangan otak yang terganggu, dan resiko penyakit.

Baca Juga: Gerindra Pastikan Prabowo-Gibran raih 58,01 persen suara di Kabupaten Bogor

"Faktor penyebab stunting meliputi pemberian makanan yang tidak memadai dan lingkungan yang tidak bersih. Stunting juga berdampak pada rendahnya produktivitas dan ekonomi keluarga," ujar Prof Santi.

“Upaya pencegahan bukan cuman pencegahan," sambungnya.

Pencegahan Stunting melibatkan intervensi seperti pemberian makanan tambahan pada ibu hamil, perawatan kesehatan yang baik, dan lingkungan yang bersih.

Pentingnya edukasi dan askesbilitas pelayanan kesehatan yang baik untuk mencegah dan mengatasi stunting.

Upaya pencegahan stunting harus dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan berbagai pihak, pemerintah, masyarakat, dan tenaga kesehatan.

Dan pada materi kedua yang bertajuk Pengaruh keluarga dan Lingkungan, Dr. Tin Herawati mengatakan, “Yang namanya anak itu banyak dipengaruhi oleh lingkungan terdekatnya yaitu keluarga, jadi keluarga ini memang memegang peranan sangat penting didalam tumbuh kembang anak."

"Kurangnya kualitas pengasuhan, rendahnya pendidikan orang tua serta faktor ekonomi menjadi penyebab utama terjadinya stunting. Sanitasi lingkungan yang buruk juga berperan dalam meningkatkan resiko stunting pada anak," tambahnya.

Untuk itu, ia mengatakan bahwa perlunya kesadaran masyarakat dalam menangani hal sanitasi, pola makan, dan perawatan anak perlu ditingkatkan untuk mengurangi prevalensi stunting.

Webinar ini pun berlangsung interaktif antar peserta dan narasumber yang diakhiri oleh Bu Yuni dengan “Cegah Stunting Itu Penting”, dan juga pengumuman pemenang IG Story dan peserta teraktif pada sesi diskusi.***