POJOKBOGOR.id - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor terus mengupayakan perbaikan Terminal Bubulak di tengah ketiadaan anggaran. Di antaranya dengan menyiapkan dua skema untuk membiayai revitalisasi.

Kepala Dishub Kota Bogor, Marse Hendra Saputra mengatakan bahwa revitalisasi terminal secara keseluruhan membutuhkan biaya sebesar Rp180 miliar. Atas dasar itu dibutuhkan opsi-opsi untuk merevitalisasi. Salah satunya melalui kerjasama dengan swasta melalui sistem Build Operator and Transfer (BOT).

Sedangkan opsi kedua, kata Marse, adalah dengan skema pembangunan bertahap, sesuai dengan kemampuan fiskal daerah.

Baca Juga: Ingin Tahu Perkiraan Tagihan Listrik? Yuk Catat Meter Mandiri Penggunaan Listrik Lewat PLN Mobile

"Untuk pengecoran keseluruhan area terminal yang luasnya 1 hektare lebih butuh Rp23 miliar. Jadi kita cor dulu 5.000 meter, kemudian baru dilanjut lagi dengan anggaran yang ada," ujar Marse kepada wartawan.

Skema itu, sambungnya, telah didiskusikan bersama pimpinan dan sekretaris Daerah.

"Kalau memungkinkan hal itu akan dilaksanakan pada APBD Perubahan 2024. Makanya pola sementara adalah dengan penanganan awal dengan menambah kubangan menggunakan aspal sisa milik Dinas PUPR. Mulai Maret setiap aspal sisa pemeliharaan akan dipergunakan untuk perbaikan Terminal Bubulak," jelasnya.

Baca Juga: Pro Emergency Terakreditasi A sebagai Penyelenggara Pelatihan dan Pelayanan Kesehatan

Sedangkan untuk skema BOT, kata Marse, pihaknya telah berkomunikasi dengan beberapa perusahaan swasta.

"Kami akan berkomunikasi dengan salah satu calon investor," ucapnya.

Kata Marse, apabila nantinya Terminal Bubulak dikelola swasta dengan sistem BOT, tentunya fungsi utama tidak boleh dihilangkan. Sebab, berdasarkan Detail Engineering Design (DED) yang telah dibuat Dishub, di dalam area terminal terdapat hotel, park and ride, area komersil sesuai dengan konsep Transit Oriented Development (TOD).

Baca Juga: Supir Mobil Boks yang Sebabkan Kecelakaan Beruntun di Jalur Puncak Berpotensi jadi Tersangka

"Terminal Bubulak dikonsepkan sebagai TOD. Karena area itu diharapkan menjadi perpindahan penggunaan moda transportasi," ucapnya.

Lebih lanjut, sambung dia, sebelum ada opsi mem-BOT-kan Terminal Bubulak, Dishub telah mencoba meminta bantuan ke DKI Jakarta lantaran banyak pergerakan warga dari Bogor ke Jakarta.

"Tapi memang belum diberi oleh DKI," tegasnya.

Begitupun permintaan bantuan ke Provinsi Jawa Barat.

"Sudah kita soundingkan, tapi belum ada jawaban. Kami juga akan mencoba ke pusat. Tapi sepertinya agak berat, sehingga muncullah opsi BOT," tandasnya. ***