BOGOR.POJOKSATU.id - Kemacetan di kawasan Aria Surialaga, Kota Bogor, seolah sudah menjadi rutinitas yang tak kunjung berakhir.

Setiap pagi, warga Pancasan dan sekitarnya memulai aktivitas dengan deru klakson yang bersahut-sahutan, sementara di sore hari mereka harus kembali menghadapi antrean panjang kendaraan dengan wajah lelah dan penuh kesabaran.

Bagi sebagian warga, titik macet ini bahkan sudah mendapat julukan “pengkolan jahanam” karena kemacetan di lokasi tersebut tak pernah benar-benar tuntas.

Kondisi ini membuat banyak warga merasa jenuh dan pasrah. Jalur sempit yang dipenuhi angkot berhenti sembarangan, ditambah volume kendaraan yang padat, menjadi penyebab utama kemacetan.

Bukan hanya memperlambat perjalanan, situasi ini juga sering memicu emosi para pengendara. Di media sosial, warganet ramai membagikan keluhannya.

Salah satunya menulis dengan nada kesal dan humor, “Pengkolan jahanam ieu mah, di-klakson ge udah budeg angkotna, wkwkwk.”

Kritik warga ini menggambarkan frustrasi yang sudah menumpuk bertahun-tahun. Banyak yang menilai, meskipun berbagai upaya penataan lalu lintas pernah dilakukan, hasilnya masih jauh dari harapan.

Tidak sedikit pengguna jalan berharap Pemerintah Kota Bogor dan Dinas Perhubungan segera turun tangan mencari solusi konkret — mulai dari penertiban angkot, rekayasa lalu lintas, hingga penambahan petugas di titik rawan macet tersebut.

Warga Pancasan berharap keluhan mereka tidak sekadar menjadi bahan candaan di media sosial, melainkan benar-benar menjadi perhatian serius bagi pihak terkait.

Sebab, kemacetan di Aria Surialaga bukan hanya soal waktu yang terbuang, tapi juga tentang kenyamanan, keselamatan, dan kualitas hidup ribuan warga yang setiap hari harus melewatinya. ***