POJOKBOGOR.id - BMKG memprakirakan cuaca Kota Bogor berpotensi diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada Senin 20 Juli 2026. Potensi presipitasi ini menjadi angin segar setelah wilayah Bogor sempat dilanda kemarau panjang selama sebulan terakhir.
Hujan diproyeksikan mulai turun secara bertahap sejak siang hingga sore hari di beberapa kecamatan. Kondisi ini memberikan dampak cukup signifikan terhadap penurunan suhu udara kawasan suburban Jabodetabek tersebut.
Berdasarkan pantauan dinamis BMKG, kelembapan udara di Kota Bogor berada pada rentang yang cukup tinggi, yakni berkisar antara 72% hingga 89%. Suhu udara diprediksi bertahan pada tingkatan sejuk khas wilayah dataran tinggi Jawa Barat.
Tingkat kelembapan yang mencapai rentang 74% hingga 87% pada beberapa titik wilayah memicu pembentukan awan konvektif secara efektif. Kondisi kelembapan yang relatif tinggi ini memperbesar peluang munculnya hujan lokal dari sore hingga menjelang malam hari.
Hujan yang mulai membasahi kawasan Bogor sejak kurun waktu 19 Juli hingga 20 Juli 2026 ini memutus periode kering yang sempat berlangsung selama sebulan penuh. Peningkatan curah hujan lokal ini juga dirasakan di wilayah tetangga seperti Depok dan Bekasi.
Meskipun sebagian wilayah Bogor mulai diguyur hujan, BMKG mengingatkan bahwa mayoritas wilayah Indonesia secara umum masih berada dalam periode musim kemarau tahun 2026. Fenomena hujan di pertengahan Juli ini merupakan bagian dari dinamika atmosfer jangka pendek.
Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan diimbau untuk tetap menyediakan payung atau jas hujan, terutama saat memasuki siang menuju sore hari. Pengendara kendaraan roda dua diminta mewaspadai jalanan licin akibat guyuran hujan setelah periode kering yang cukup lama.
BMKG akan terus memperbarui data prospek cuaca harian guna mengantisipasi perubahan kondisi atmosfer secara mendadak di seluruh kawasan Bogor dan sekitarnya.


