POJOKBOGOR.id - Sinyal Koalisi Indonesia Maju (KIM) berlanjut di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 Kota Bogor menguat. Situasi ini semakin membuat konstelasi politik kota hujan kian dinamis.

Pengamat politik dan kebijakan publik, Niko Noviantoro berpendapat, terbentuknya KIM pada Pemilihan Wali Kota Bogor 2024 nanti tentu saja akan menjadi sebuah kekuatan politik besar yang harus diperhitungkan para kontestan lainnya.

"Terwujudnya KIM nantinya tentu akan mempermudah komunikasi dan konsolidasi para anggota di dalamnya. Dan hal itu tentu menjadi sebuah kekuatan dan keuntungan tersendiri," papar Akademisi yang tercatat sebagai Peneliti Institute for Development of Policy and Local Partnership (IDP-LP) tersebut.

"Efektivitas komunikasi dalam tubuh koalisi selalu menjadi salah satu syarat kemenangan. Nah, bila KIM terwujud di Kota Bogor, maka itu akan menaikan peluang kemenangan kepada pasangan calon yang mereka usung," sambungnya.

Baca Juga: Sepasang Macan Tutul jadi Maskot Pilkada Kabupaten Bogor 2024

Diketahui, pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 lalu, KIM berhasil memberikan kemenangan kepada Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Rangkaian gerbong parpol yang mengisi koalisi ini di antaranya, Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrat dan PSI.

Lantas bagaimana dengan dinamika politik Kota Bogor?

Sinyal terbentuknya KIM pada Pilkada Kota Bogor memang menguat dalam dua pekan terakhir. Itu setelah Partai Golkar membuka peluang untuk merealisasikan koalisi tersebut.

Sementara, informasi yang didapat bahwa saat ini DPC Partai Gerindra Kota Bogor telah menyerahkan rekomendasi daftar nama calon wali kota kepada DPW Jabar.

Baca Juga: 7 Orang jadi Korban Ledakan Gas Tabung, Alami Luka Bakar Sampai 70 Persen

Kabarnya, Gerindra justru gamang dalam menetapkan posisinya dalam berkoalisi. Kondisi ini, menurut Riko, terlihat seperti anomali politik.

"Kondisi semacam ini memang kerap terjadi (Di daerah,red). Kuncinya ada para egosektoral petinggi partai di daerah," tuturnya.

Riko berpendapat, ada baiknya pengurus DPC Gerindra Kota Bogor memiliki sudut pandang lebih luas dalam menyikapi peluang politik.

"Tidak ada untung - rugi dalam berkontestasi politik, yang ada menang atau kalah. Jadi baiknya berfokus pada hal itu. Saya berpendapat, bila KIM terbentuk maka peluang menang itu ada dan tinggi," ungkap Riko.***