BOGOR.POJOKSATU.id - Pemerintah Kota Bogor membuka peluang besar menghadirkan sistem transportasi berbasis rel yang terintegrasi di dalam kota.
Langkah ini diperkuat melalui rencana kolaborasi dengan PT LRT Jakarta untuk mengembangkan jaringan transportasi perkotaan yang lebih modern dan efisien.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menegaskan bahwa proyek tersebut bukan gagasan baru. Ia menyebut, perencanaan sudah dimulai sejak 2014 dan kini telah memasuki tahap lanjutan menuju realisasi.
Program ini merupakan bagian dari Bogor Transportation Program (B-TOP), yang sebelumnya telah melalui sejumlah studi kelayakan.
Kajian tersebut melibatkan berbagai pihak, termasuk perusahaan asal Prancis, Colas Rail, serta akademisi dari Universitas Indonesia.
Dari hasil studi yang dilakukan, moda transportasi trem dinilai paling sesuai untuk diterapkan di Kota Bogor. Sistem ini bahkan diproyeksikan akan menjadi tulang punggung mobilitas warga.
“Dari hasil kajian yang ada, sementara 90 persen Kota Bogor akan menggunakan trem,” ujar Dedie.
Rencana tersebut membuka kemungkinan hadirnya jaringan trem yang menjangkau sebagian besar wilayah kota, sekaligus terhubung langsung dengan Stasiun Bogor sebagai pusat mobilitas utama masyarakat.
Konsep yang diusung tidak hanya sekadar membangun moda transportasi baru, tetapi juga menciptakan sistem yang saling terintegrasi.
Jaringan rel dalam kota akan terkoneksi dengan berbagai moda transportasi lain, sehingga memudahkan pergerakan warga, khususnya komuter yang setiap hari menuju Jakarta.
Integrasi ini diharapkan mampu mengurangi kemacetan, meningkatkan efisiensi perjalanan, sekaligus menekan emisi kendaraan bermotor di kawasan perkotaan.
Selain itu, kolaborasi dengan PT LRT Jakarta juga membuka peluang pengelolaan oleh operator yang sudah berpengalaman di sektor transportasi rel.
“Saya menyambut baik jika LRT Jakarta turut menjadi operator, tinggal kita mencari investornya,” kata Dedie.
Dalam pengembangannya, pemerintah juga akan mengacu pada arahan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong penggunaan produk dalam negeri.
Hal ini mencakup pengadaan armada, pembangunan infrastruktur rel, hingga sistem pendukung lainnya.
Jika terealisasi, proyek ini tidak hanya akan mengubah wajah transportasi Kota Bogor, tetapi juga menjadi langkah besar menuju kota yang lebih modern, terintegrasi, dan ramah lingkungan. ***



