POJOKSATU.id, BOGOR - Diduga seorang warga Bogor jadi korban pemerasan dan tengah viral di media sosial.
Di mana dalam pesan berbahasa Sunda itu, menampilkan foto seorang ibu dan anaknya, lalu pengirim pesan meminta uang Rp50 juta kepada suami perempuan tersebut, jika ingin kembali mendapatkan anak.
Dalam pesan singkat WhatsApp itu, berisi tulisan 'Ieu pamajikan jeung budak ente pan lur, ana butuh duit lamun ente ngirim engke ku ana diserlok jemput pamajikan jeung budak.kirim ka rekening pamajikan ente.ana teu menta gede saukur 50 juta lamun dicek geus asup ku ana dikirim sherlock na'.
BACA JUGA : Tak Ada Ampun ! Pelaku Mutilasi di Bekasi Terancam Hukuman Mati, Siap-siap Deh Berhadapan Sama Pasal Berat Ini
Jika diartikan dalam bahasa Indonesia, pesan warga Bogor jadi korban pemerasan tersebut berbunyi, 'ini istri dan anak kamu kan, saya butuh duit kalau kamu kirim nanti saya kirim lokasi jemput istri dan anak. Kirim ke rekening istri kamu. Saya tidak minta besar sekitar 50 juta. Kirim ke rekening istri kamu kalau sudah masuk saya kirim lokasinya'.
Kasi Humas Polres Bogor, Iptu Desi Triana menjelaskan, kasus tersebut saat ini dalam penyelidikan. "Mohon waktu ya. Itu bukan penculikan," kata Desi, Jumat (6/1).
Informasi yang dihimpun, anak warga Bogor jadi korban pemerasan masih berusia 10 bulan yang hilang saat dalam perjalanan dari Paledang, Bogor Kota menuju ruamhnya di Bojongkoneng, Kecamatan Babakanmadang, Kabupaten Bogor.
(Rishad Noviansyah/Pojokbogor)

.webp)

