BOGOR.POJOKSATU.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tengah bersiap menjalankan sejumlah proyek strategis berskala besar dalam beberapa tahun mendatang.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, memaparkan rencana besar ini dalam sebuah forum bertajuk Afternoon Tea yang dihadiri para pemangku kepentingan, mitra kerja, sponsor, dan perwakilan wilayah sekitar.

Acara tersebut berlangsung di Rumah Dinas Wali Kota Bogor, Jalan Raya Pajajaran, pada Sabtu, 28 Juni 2025.

Dalam kesempatan itu, Dedie menjelaskan bahwa salah satu proyek unggulan yang tengah difokuskan adalah penyelesaian pembangunan Bumi Ageung Batutulis.

Lokasi ini dirancang menjadi pusat eduwisata berlandaskan sejarah, sekaligus menjadi ikon baru dalam pengembangan kawasan budaya di Bogor.

Tak hanya itu, Dedie juga menyoroti pentingnya integrasi sistem transportasi, terlebih dalam menghadapi masuknya Lintas Rel Terpadu (LRT) ke wilayah Kota Bogor.

Untuk mendukung konektivitas yang optimal, Pemkot Bogor berencana mengembangkan sejumlah sistem transportasi terintegrasi, seperti pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD) di Baranangsiang dan Bubulak, penguatan layanan transportasi Biskita dan Transjakarta, hingga rencana ambisius pembangunan Tram Pakuan.

Langkah ini juga dibarengi dengan upaya bertahap untuk mengurangi jumlah angkot di jalanan kota.

Di bidang infrastruktur pemerintahan dan olahraga, Pemkot Bogor mempercepat pembangunan Kantor Balai Kota baru yang berlokasi di Katulampa.

Sementara itu, Gelanggang Olahraga (GOR) Pajajaran akan mengalami revitalisasi menyeluruh dan akan diubah menjadi Stadion Pajajaran yang lebih representatif dan modern.

“Prioritas kami adalah menghadirkan fasilitas publik yang mampu memenuhi kebutuhan warga dengan standar pelayanan yang tinggi,” ujar Dedie menegaskan.

Kegiatan tersebut juga dimanfaatkan untuk memperkuat jejaring kerja sama regional, terutama dengan daerah-daerah di kawasan Jabodetabek.

Dedie menilai, sinergi lintas wilayah sangat penting agar arah pembangunan dan peningkatan pelayanan publik dapat berjalan secara merata dan seimbang.

“Jabodetabek perlu memiliki tujuan yang selaras, yakni menciptakan layanan masyarakat yang adil dan merata. Semua dimulai dari komunikasi yang intensif antarwilayah,” tambahnya.

Melalui serangkaian proyek ini, Wali Kota Dedie Rachim memperlihatkan visi kuat untuk membangun Bogor sebagai kota yang tangguh dari segi infrastruktur, unggul dalam sistem transportasi, serta kaya akan nilai sejarah dan budaya.

Komitmen ini menjadi fondasi penting dalam membentuk wajah baru Kota Bogor yang lebih modern, terintegrasi, dan berdaya saing tinggi. ***