BOGOR.POJOKSATU.id – Penyaluran bantuan sosial atau bansos di wilayah Bogor kembali menjadi sorotan. Pasalnya, masih ditemukan penerima bantuan yang dinilai memiliki kondisi ekonomi cukup baik, sementara warga lain yang dianggap lebih membutuhkan justru tidak lagi mendapatkan bantuan.
Bansos pemerintah sejatinya ditujukan untuk membantu keluarga yang masuk kategori kurang mampu dan memenuhi kriteria sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Jenis bantuan yang diberikan pun beragam, mulai dari Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Program Indonesia Pintar (PIP), hingga bantuan bagi ibu hamil dan kelompok masyarakat tertentu.
Penentuan penerima bantuan saat ini turut mempertimbangkan data kesejahteraan masyarakat, termasuk pengelompokan berdasarkan desil.
Namun, berdasarkan pantauan Pojok Bogor di salah satu wilayah Kota Bogor, masih terdapat kondisi yang dinilai masyarakat tidak sesuai dengan tujuan penyaluran bansos.
Sejumlah warga yang menerima bantuan disebut memiliki aset yang dinilai cukup memadai, mulai dari rumah bertingkat, usaha kontrakan hingga menggunakan perhiasan dalam aktivitas sehari-hari.
Kondisi tersebut kemudian memunculkan anggapan adanya fenomena warga yang berupaya terlihat kurang mampu agar tetap tercatat sebagai penerima bantuan.
Di sisi lain, terdapat pula warga yang mengaku bantuan sosialnya dihentikan meskipun masih memiliki anak yang bersekolah dan membutuhkan dukungan biaya pendidikan.
Situasi tersebut membuat akurasi data penerima bansos menjadi perhatian.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan terus melakukan verifikasi dan pembaruan data secara berkala agar bantuan benar-benar diterima masyarakat yang berhak.
Masyarakat juga diharapkan aktif melaporkan apabila menemukan dugaan penerima bansos yang tidak sesuai kriteria.
Dengan data yang lebih akurat dan pengawasan yang ketat, penyaluran bansos di Kota Bogor diharapkan semakin tepat sasaran dan mampu membantu warga yang benar-benar membutuhkan. ***



