POJOKBOGOR.id - Gejala antitesis hasil survei seperti yang terjadi pada Pemilihan Presiden (Pilpres) awal tahun lalu bisa kembali terulang pada Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Bogor 2024.

Sebagaimana diketahui, jelang kontestasi hingga masa kampanye Pilpres berlangsung, elektabilitas Calon Presiden (Capres) Ganjar Pranowo kerap mengungguli kandidat lainnya.

Litbang Kompas, pada Agustus 2023, mencatat Ganjar meraih elektabilitas tertinggi dengan 34,1 persen, disusul Prabowo Subianto dengan 31,3 persen, dan Anies Baswedan dengan 19,2 persen.

Namun, jelang masa pencoblosan, tingkat keterpilihan Ganjar terus merosot.

Pada Maret lalu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan pasangan Prabowo-Gibran sebagai pemenang Pilpres dengan raihan 58,6% suara.

Sementara pasangan Anies Baswedan mendapatkan 24,9% suara, sedangkan Ganjar Pranowo-Mahfud Md harus puas dengan 16,5%.

Fakta tersebut, menurut pegiat demokrasi Herry Setiawan, dapat terjadi di Pilwalkot Bogor.

Direktur Simpul Indonesia tersebut menjabarkan bahwa prediksinya itu didasarkan pada pengamatan terhadap hasil survei yang dicermati secara estafet dalam empat bulan terakhir.

"Hasil survei merupakan potret preferensi masyarakat. Dan pada kesempatan ini saya mencermati tren elektoral yang dimiliki pasangan Dedie A. Rachim dan Jenal Mutaqin cenderung terus menurun," paparnya.

Pada awal Juni 2024, sambung Herry, survei Charta Politika menunjukkan bahwa Dedie A. Rachim, yang saat itu belum berpasangan, memiliki elektabilitas 44 persen.

Di bawahnya terdapat Dokter Raendi Rayendra dengan 16,9 persen, lalu Sendi Fardiansyah 14,9 persen, dan Atang Trisnanto 3,8 persen. Bahkan, saat itu nama Rena Da Frina belum memiliki elektabilitas sama sekali.

Namun, pasca KPU Kota Bogor menetapkan para kontestan Pilwalkot pada medio September 2024, survei Charta Politika kembali dirilis.

Elektabilitas Dedie A. Rachim, yang telah berpasangan dengan Jenal Mutaqin, turun menjadi 39,8 persen.

Sementara itu, Atang Trisnanto yang menggandeng Annida Allivia naik menjadi 21,8 persen.

Kemudian disusul oleh pasangan Sendi Fardiansyah-Melli Darsa dengan 14,0 persen, Dokter Raendi Rayendra-Eka Maulana dengan 8,5 persen, serta Rena Da Frina-Teddy Risandi yang meraih 3,8 persen.

Responden yang tidak menjawab mencapai 12,3 persen.

"Pada kesempatan kali ini, saya memaparkan fakta bahwa memang terjadi tren penurunan elektabilitas yang dialami Dedie. Jangan sampai nasib Dedie mirip Ganjar Pranowo," cetusnya.

Herry melanjutkan, pada hasil survei terbaru yang dirilis Radar Bogor awal November 2024, elektabilitas Dedie A. Rachim-Jenal Mutaqin kembali merosot menjadi 33,38 persen.

Sementara itu, pasangan Atang Trisnanto-Annida Allivia meraih 24,66 persen, diikuti oleh pasangan Sendi Fardiansyah-Melli Darsa dengan 14,05 persen, Dokter Raendi Rayendra-Eka Maulana dengan 13,66 persen, serta Rena Da Frina-Teddy Risandi yang meraih 10,27 persen.

"Ada beberapa faktor yang membuat keunggulan Dedie itu terus merosot. Dan menurut saya yang paling mudah diuji adalah sejauh mana efektivitas pasangannya dalam berkampanye sejauh ini," tutur Herry yang pernah menjabat sebagai Ketua KPU Kabupaten Bogor.

Menurut Herry, Jenal belum memberikan kontribusi signifikan terhadap elektabilitas Dedie. Bahkan, berdasarkan hasil survei, elektabilitas Dedie justru cenderung turun pasca mereka berpasangan.

Selain itu, Herry melihat kecenderungan masyarakat yang mulai mengenal lebih dekat profil para kontestan Pilwalkot Bogor.

"Dalam survei terakhir Radar Bogor, masyarakat menilai masalah paling mendesak yang harus ditangani adalah pengangguran. Dan saya yakin para responden yang menyatakan hal itu adalah pemilih pemula yang telah paham isu perkotaan," jelasnya.

"Mereka (pemilih pemula, red) sudah merasakan bagaimana sulitnya mencari kerja saat pemerintahan Bima-Dedie. Maka dari itu aliran suara mereka justru menyebar ke seluruh calon lain kecuali Dedie," sambungnya.

Hasil Survei

Hasil Survei Charta Politika (Juni 2024):

- Dedie A. Rachim: 44%

- Rayendra: 16,9%

- Sendi: 14,9%

- Atang: 3,8%

- Rena: -

Hasil Survei Charta Politika (September 2024):

- Dedie A. Rachim-Jenal Mutaqin: 39,8%

- Atang Trisnanto-Annida Allivia: 21,8%

- Sendi Fardiansyah-Melli Darsa: 14,0%

- Rayendra-Eka Maulana: 8,5%

- Rena Da Frina-Teddy Risandi: 3,8%

- Tidak menjawab: 12,3%

Hasil Survei Radar Bogor (November 2024):

- Dedie A. Rachim-Jenal Mutaqin: 33,38%

- Atang Trisnanto-Annida Allivia: 24,66%

- Sendi Fardiansyah-Melli Darsa: 14,05%

- Rayendra-Eka Maulana: 13,66%

- Rena Da Frina-Teddy Risandi: 10,27%