BOGOR, POJOKBOGOR.id - Wali Kota Bogor Dedie Rachim mengupayakan agar layanan BisKita Transpakuan kembali beroperasi tanpa jeda.

Pemkot Bogor kini tengah menyelaraskan ketersediaan anggaran, kondisi di lapangan, serta administrasi untuk mendukung operasional transportasi publik tersebut.

Dedie mengatakan, Pemkot Bogor akan berupaya maksimal agar layanan BisKita Transpakuan dapat kembali berjalan. Kepastian operasionalnya berkaitan dengan pembahasan alokasi anggaran bersama DPRD Kota Bogor.

"Insya Allah tidak ada jeda, kita akan usahakan semaksimal mungkin," kata Dedie, Rabu 14 Oktober 2026.

Ia menjelaskan, pembahasan alokasi anggaran BisKita Transpakuan dijadwalkan berlangsung dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Bogor pada Rabu sore. Pembahasan tersebut berkaitan dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2027.

Menurut Dedie, setelah alokasi anggaran disepakati, pemerintah akan melanjutkan proses teknis, termasuk pengadaan layanan melalui mekanisme lelang.

"Kalau sudah diketok palu kan tinggal teknisnya bagaimana, lelangnya seperti apa? Insya Allah, doakan saja," ujarnya.

BisKita Transpakuan Bogor Vakum Sejak Januari 2026

Layanan BisKita Transpakuan di Kota Bogor berhenti beroperasi sejak 1 Januari 2026. Penghentian tersebut terjadi setelah masa kontrak kerja sama operasional layanan berakhir pada 31 Desember 2025.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Sujatmiko Baliarto, sebelumnya menjelaskan bahwa operasional BisKita Transpakuan menggunakan sistem kontrak tahunan.

Karena itu, ketika kontrak berakhir, layanan harus menunggu proses pengadaan barang dan jasa untuk periode berikutnya. Kondisi tersebut menyebabkan adanya jeda pelayanan transportasi di seluruh koridor BisKita.

"BisKita itu berkontrak per tahun. Jadi per 31 Desember itu selesai. Satu Januari ini masih proses pengadaan barang dan jasa. Jadi pasti ada kesenjangan angkutan untuk semua koridor," ujar Sujatmiko, Jumat (2/1/2026).

Menunggu Kepastian Anggaran dan Proses Lelang

Upaya Pemkot Bogor menyelaraskan anggaran dan administrasi menjadi bagian penting dalam rencana pengoperasian kembali BisKita Transpakuan.

Meski Dedie Rachim menyatakan akan mengupayakan agar tidak ada jeda layanan, kepastian jadwal operasional kembali masih bergantung pada hasil pembahasan anggaran serta penyelesaian proses teknis dan lelang.

Masyarakat pengguna transportasi publik di Kota Bogor pun masih menantikan kepastian kapan BisKita Transpakuan kembali melayani seluruh koridornya.