PojokBogor.Id - Bogor tidak hanya dikenal dengan wisata alam dan kuliner manis seperti asinan atau serabi.
Kota Hujan juga memiliki hidangan khas yang unik, klasik, dan jarang dijumpai di daerah lain. Salah satu kuliner tersebut adalah cungkring, makanan tradisional berbahan dasar kikil dan bagian lain dari sapi yang disajikan dengan bumbu kacang dan lontong.
Meski sederhana, cungkring telah menjadi bagian penting dari sejarah kuliner Bogor dan tetap dipertahankan oleh sejumlah pedagang legendaris.
Baca Juga: Pemkab Bogor Salurkan Bantuan Pakan Ikan untuk 661 Rumah Tangga Perikanan Terdampak Banjir
Kuliner ini biasanya disajikan sebagai menu sarapan, membuat banyak warga Bogor terbiasa berburu cungkring sejak pagi hari.
Rasanya yang lembut, gurih, dengan aroma bumbu kacang khas, membuat kuliner ini digemari oleh berbagai kalangan.
Bahkan, beberapa pedagang cungkring sudah berjualan lebih dari tiga dekade, menjadikannya kuliner nostalgia bagi banyak orang.
Sejarah Cungkring Bogor, Kuliner Sarapan yang Tak Lekang Waktu
Cungkring Bogor telah hadir sejak puluhan tahun lalu dan menjadi salah satu kuliner kaki lima favorit masyarakat kota.
Baca Juga: Pemkab Bogor Salurkan Bantuan Pakan Ikan untuk 661 Rumah Tangga Perikanan Terdampak Banjir
Nama "cungkring" merujuk pada bahan utamanya, yaitu bagian kikil dan kulit sapi yang memiliki tekstur lembut serta sedikit kenyal.
Sebagian pedagang juga menambahkan bagian lain seperti kepala sapi, otot, atau urat, yang semuanya dimasak hingga sangat empuk.
Kuliner ini awalnya banyak dijajakan oleh pedagang kaki lima yang berkeliling menggunakan pikulan atau gerobak sederhana.
Baca Juga: Ketua PCNU Kabupaten Bogor ajak Kader Mantapkan Konsolidasi Organisasi
Mereka membuka lapak sejak pagi sekaligus menjadi bagian dari rutinitas warga Bogor yang mencari sarapan praktis namun mengenyangkan.
Seiring waktu, beberapa pedagang yang terkenal kemudian membuka kios kecil atau menetap di satu lokasi, namun tetap mempertahankan gaya penyajian dan cara memasak tradisional.
Cungkring kini menjadi salah satu kuliner yang selalu dicari, terutama oleh wisatawan yang ingin mencicipi hidangan khas Bogor dengan nuansa klasik.
Baca Juga: Ketua PCNU Kabupaten Bogor ajak Kader Mantapkan Konsolidasi Organisasi
Keberadaannya yang terus bertahan menunjukkan bahwa cita rasa tradisional mampu melewati perubahan zaman.
Ciri Khas Cungkring Bogor
Cungkring Bogor memiliki karakteristik yang membuatnya berbeda dari kuliner kikil di daerah lain. Inilah beberapa elemen utama yang menjadi cirinya:
1. Kikil yang Dimasak Lama
Kikil sapi dipotong tipis lalu dimasak dalam waktu lama agar teksturnya jauh lebih lembut.
Baca Juga: Kalender Tahun 2026 Jadi Surganya Long Weekend: Total 9 Kali! Catat Tanggalnya Nih
Proses perebusan ini membuat kikil tidak hanya empuk tetapi juga menyerap bumbu dengan baik.
2. Lontong sebagai Pendamping
Mayoritas pedagang menyajikan cungkring bersama lontong.
Karbohidrat ini membuat hidangan terasa pas sebagai menu sarapan.
Baca Juga: Kalender Tahun 2026 Jadi Surganya Long Weekend: Total 9 Kali! Catat Tanggalnya Nih
Lontong yang dipotong kecil-kecil memudahkan konsumen menikmati satu sendok penuh kikil, bumbu kacang, dan sambal.
3. Bumbu Kacang Khas
Bumbu kacang menjadi bagian paling penting dalam menyempurnakan rasa cungkring.
Bumbunya cenderung manis-gurih dengan aroma rempah ringan.
Kekentalan bumbunya berbeda-beda tergantung pedagang, tetapi semuanya memiliki rasa khas yang membuat cungkring mudah dikenali.
4. Taburan Serundeng atau Kelapa Parut
Sebagian pedagang menambahkan serundeng kelapa untuk memberikan tekstur tambahan dan aroma wangi.
Baca Juga: Asik... Warga Bogor Mulai Cairkan Bansos BLTS Kesra Sebesar Rp900 Ribu
Serundeng ini memberikan kesan manis-gurih yang memperkaya rasa.
5. Sambal yang Menyegarkan
Sambal khas untuk cungkring biasanya terbuat dari cabai rawit merah dan sedikit jeruk limo.
Rasa pedas dan asamnya menyeimbangkan rasa kikil yang cenderung gurih.
Baca Juga: Pria yang Mengaku Anak Propam serta Gunakan Mobil Diduga Barang Bukti Akhirnya Minta Maaf
Kombinasi inilah yang membuat cungkring terasa begitu khas dan sulit ditemukan padanannya.
Cungkring dan Perannya sebagai Sarapan Khas Bogor
Bagi sebagian warga Bogor, cungkring sudah menjadi menu sarapan harian.
Baca Juga: Asik... Warga Bogor Mulai Cairkan Bansos BLTS Kesra Sebesar Rp900 Ribu
Kuliner ini ringan namun cukup mengenyangkan, cocok dinikmati sebelum memulai aktivitas pagi.
Aromanya yang khas sering kali menarik perhatian warga yang melintas di sekitar lapak pedagang.
Kedai cungkring biasanya buka pagi hari antara pukul 06.00 hingga 10.00.
Jam operasional yang relatif singkat ini membuat cungkring sering menjadi incaran pertama wisatawan yang datang pagi-pagi ke Bogor.
Tidak sedikit juga yang harus antre karena beberapa pedagang terkenal biasanya habis sebelum pukul 09.00.
Baca Juga: Kalender Tahun 2026 Jadi Surganya Long Weekend: Total 9 Kali! Catat Tanggalnya Nih
Cungkring bukan hanya makanan, tetapi juga bagian dari rutinitas masyarakat setempat.
Banyak pelanggan setia yang telah menikmati cungkring dari kecil hingga dewasa. Hal ini menjadikan kuliner ini memiliki nilai sentimental yang kuat di kalangan warga lokal.
Kesimpulan
Cungkring Bogor bukan hanya sekadar kuliner berbahan dasar kikil.
Ia adalah warisan kuliner yang dibangun dari tradisi, kebiasaan, dan cita rasa khas Kota Hujan.
Dengan bumbu kacang yang gurih, lontong lembut, serta kikil yang dimasak sempurna, cungkring menghadirkan pengalaman kuliner yang sederhana namun memuaskan.
Baca Juga: Ketua PCNU Kabupaten Bogor ajak Kader Mantapkan Konsolidasi Organisasi
Sebagai salah satu sarapan legendaris, cungkring layak masuk daftar kuliner wajib bagi siapa pun yang berkunjung ke Bogor.
Rasanya yang otentik dan harga yang terjangkau membuat kuliner ini tetap bertahan dan terus dicintai hingga kini.
Jika kamu ingin merasakan sisi lain dari keindahan kuliner Bogor, cungkring adalah pilihan yang tak boleh dilewatkan.***




