POJOKBOGOR.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kota Bogor terus mengedukasi masyarakat terkait mitigasi longsor.

Hal ini dilakukan BPBD Kota Bogor, karena mengingat cuaca di kota tersebut yang masih mengalami curah hujan tinggi.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko, mengatakan dalam hal ini pihaknya mengupayakan mitigasi struktur dan nonstruktur. "Mitigasi struktur dilakukan dengan pengecekan optimalisasi drainase yang tepat," ucapnya, Minggu 12 Oktober 2025.

Sedangkan mitigasi nonstruktur dilakukan edukasi kepada masyarakat melalui gerakan membersihkan aliran sungai dan penanaman pohon.

"Kami sudah membentuk Kelurahan Tangguh Bencana (Kaltana) di 27 kelurahan se-Kota Bogor," ujarnya.

Menurut Dimas, BPBD Kota Bogor membekali mereka pengetahuan seperti jenis-jenis bencana dan bagaimana menghadapi dampak cuaca ekstrem. Seperti penanganan terhadap bencana tanah longsor yang terjadi di Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Kamis 25 September 2025.

Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Kota Bogor telah melakukan assessment, dokumentasi, dan koordinasi tanggap darurat. Hasilnya, rumah yang terdampak dinyatakan rusak berat dan membutuhkan pembangunan tembok penahan tanah (TPT) sebagai kebutuhan mendesak.

Komandan Regu BPBD Kota Bogor, Heru Apriyansah, mengatakan dari hasil pengecekan di lokasi ditemukan kondisi rumah sudah tidak layak huni. "Longsor menyebabkan bagian dapur dan kamar mandi amblas, sehingga sangat berbahaya jika tetap ditempati," ujarnya.