BOGOR.POJOKSATU.id - Musim kemarau yang mulai berlangsung di sejumlah wilayah Jawa Barat memberikan dampak terhadap kondisi debit air di Bendung Katulampa, Kota Bogor.

Berdasarkan hasil pemantauan petugas, tinggi muka air (TMA) Sungai Ciliwung di bendung tersebut sempat tercatat berada di angka 0 sentimeter akibat minimnya pasokan air dari wilayah hulu.

Penurunan tinggi muka air ini terjadi seiring berkurangnya intensitas hujan di kawasan hulu Sungai Ciliwung dalam beberapa pekan terakhir.

Kondisi tersebut menyebabkan volume aliran sungai mengalami penyusutan dibandingkan saat musim penghujan, ketika debit air biasanya meningkat secara signifikan.

Meski angka TMA menunjukkan kondisi yang sangat rendah, petugas Bendung Katulampa memastikan situasi tersebut masih berada dalam pengawasan.

Hingga saat ini, aliran air yang disalurkan melalui Saluran Induk Katulampa atau Pintu Intake Kalibaru masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan irigasi di wilayah yang bergantung pada pasokan air dari bendung tersebut.

Dengan demikian, aktivitas pertanian yang memanfaatkan jaringan irigasi dari Bendung Katulampa disebut belum mengalami gangguan berarti.

Petugas terus melakukan pemantauan secara berkala terhadap perkembangan debit air, terutama apabila musim kemarau berlangsung lebih lama atau curah hujan di kawasan hulu belum kembali meningkat.

Bendung Katulampa selama ini memiliki peran penting sebagai salah satu titik pemantauan kondisi Sungai Ciliwung.

Selain menjadi acuan dalam memonitor perubahan debit air, bendung ini juga berfungsi mengatur distribusi air untuk kepentingan irigasi di sejumlah daerah.

Masyarakat diimbau untuk tetap bijak dalam menggunakan air selama musim kemarau berlangsung.

Sementara itu, pemerintah dan petugas terkait akan terus memantau perkembangan kondisi hidrologi di wilayah hulu Ciliwung guna mengantisipasi dampak kekeringan yang lebih luas apabila musim kemarau terus berlanjut.

Di sisi lain, warga juga diharapkan tetap mengikuti informasi resmi mengenai kondisi cuaca dan perkembangan debit air agar dapat mengantisipasi perubahan situasi selama musim kemarau tahun ini.***