POJOKBOGOR.id - Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto mewisuda 2.040 peserta Bogor Mengaji yang berasal dari 68 kelurahan.
Menurut Bima, sepuluh tahun memimpin Kota Bogor ada hal yang menurutnya sulit dilakukan. Hal sulit itu bukan membangun infrastruktur namun membangun kultur, kebiasaan alias adab.
"Infrastruktur bisa dibangun asal ada uangnya, yang susah itu membangun adab. Kalau Kota Bogor masih banyak sampah, banyak puntung rokok, kalau PNS mempersulit warganya dan kalau masih ada persoalan kemaksiatan itu pasti karena adab," ujar Bima.
Baca Juga: Kang AW makin Pede Raih Kursi DPR RI
Bima menerangkan, dirinya sebenarnya sedang melakukan pendidikan kepala daerah di Singapura. Awalnya ia enggan karena masa jabatannya sebentar lagi berakhir namun manusia itu makhluk pembelajar. Di Singapura ia pun belajar satu hal bagaimana sekarang Singapura jadi negara maju, lebih kuat dan hebat dari Indonesia.
"Penyebabnya karena memiliki integritas. Satu antara pikiran, perbuatan dan perkataan. Tidak saja dari pemimpinnya tapi juga dari warganya. Nyaris tidak ada kasus korupsi dan tidak ada yang buang sampah sembarangan," katanya.
Bima menjelaskan, integritas ini yang paling sulit di ikhtiarkan di Indonesia. Di Kota Bogor ikhtiar untuk membangun manusia yang berakhlak dan berintegritas sudah banyak dilakukan. Mulai dari membangun sekolah dan pelatihan kepemimpinan. Namun ada satu ide atau gagasan yang dicetus Yane Ardian, yakni program Bogor Mengaji.
Baca Juga: Lagi, Pelajar Tewas saat Janjian Tawuran di Ciawi
"Setiap wisuda Bogor Mengaji merinding tidak menyangka obrolan ini jadi kenyataan yang Insya Allah berkah. Ini mimpinya bu Yane supaya tidak saja bisa baca Al-Quran, tapi juga mengamalkannya," terangnya.
Pasalnya, Al-Quran merupakan pedoman hidup. Jika manusia paham Al-Quran, maka antara perkataan dan perbuatan akan sama. Ia pun berterima kasih karena berkat bantuan dari Asisten, Kabag, Camat, Lurah, BUMD, Kemenag, Tim Penggerak PKK dan Tutor program Bogor Mengaji sampai hari ini sudah meluluskan empat ribu warga Kota Bogor.
"Hari ini paling tidak ada empat ribu warga Kota Bogor yang sudah bisa baca Al-Qur'an dan mengamalkannya. Besar harapan saya Bogor mengaji tidak berhenti sampai di sini, ini demi Kota Bogor, demi keberkahan Kota Bogor. Saya mohon program Bogor mengaji tetap dilaksanakan," tandas Bima. ***



