POJOKSATU.id - Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto melakukan inspeksi mendadak ke Pasar Kebon Kembang tepatnya di blok CD, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jumat (10/2).
Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto melakukan inspeksi mendadak ke Pasar Kebon Kembang tepatnya di blok CD, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jumat (10/2).
Dalam sidaknya, Bima mengecek ketersedian minyak goreng yang mulai langka dalam beberapa pekan terakhir ini.
Selain itu terdapat di sejumlah, para pedagang melakukan sistem bundling Minyakita dengan santan kemasan atau bihun.
Bima Arya pun langsung menelusuri dan menegur distributor yang juga menerapkan sistem bundling tersebut.
“Ini kan nggak boleh. Tadi kita telusuri langsung ke distributornya, saya tegur, nggak boleh di-bundling. Semuanya dijual harus terpisah,” kata Bima Arya ketika kepada wartawan di lokasi sidak, Jumat (10/2/2023).
Bima juga mengakui, memang masih terjadi kelangkaan Minyakita di lapangan. Bima Arya pun mengontak langsung Menteri Perdagangan RI, dan mendapat informasi jika produksi Minyakita berkurang.
“Ini produksi sedang ditambah, ditargetkan dalam waktu satu minggu, paling lambat dua minggu, sudah bisa mencukupi,” jelasnya.
Saat ini, sambung Bima Arya, distribusi Minyakita dari Kementerian Perdagangan RI diarahkan ke pasar tradisional, tidak lagi ke supermarket modern. Sebab, saat ini konsumen berpindah dari minyak goreng kepasan premium ke Minyakita, sehingga stoknya kurang. Hal itu pun menyebabkan Minyakita menjadi langka.
“Jadi diharapkan satu dua minggu Minyakita kembali membanjiri, kembali stoknya cukup, dan sementara ini kita pastikan kita tertibkan berdasarkan surat edaran kementerian juga tidak di-bundling,” ucap Bima Arya.
Kendati demikian, menurut Bima Arya, stok minyak goreng di pasaran tidak langka. Sebab, masih ada minyak goreng curah non kemasan dan minyak goreng kemasan premium dengan harga yang sedikit lebih tinggi dibandingkan Minyakita.
(Adi wirman)


.webp)
