POJOKSATU.id - Pemerintah Kota Bogor akhirnya mengikuti keinginan pedagang yang meminta pengosongan plaza Bogor dilakukan setelah lebaran nanti.
"Saya paham pedagang ingin mendapatkan untung yang lebih saat lebaran. Oleh karena itu kami menerima aspirasinya dan akan menunda pembongkarannya sampai lebaran," kata Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto ketika bertemu, bersilaturahmi dan mendengarkan aspirasi dari para pedagang di Lantai III Plaza Bogor, Selasa (31/1/2023).
Terkait relokasi, Bima Arya mengungkapkan saat ini ada banyak pilihan lokasi relokasi untuk pedagang tinggal bagaiaman dikomunikasikan kembali.
"Saya selalu berpesan kepada pa dirut, jangan memberatkan, sesuaikan dengan kemampuan semuanya, diatur supaya enak," ucap Bima yang juga politisi Partai Amanat Nasional (PAN)
Sementara itu salah satu pedagang plaza Bogor H. Sunaryo mengaku bersyukur jika pengosongan plaza Bogor ditunda hingga lebaran nanti.
"Karena pada waktu itu kami ngotot," ucap Sunaryo saat ditemui pojoksatu.id, Bogor seusai bersilaturahmi dan mendengarkan aspirasi dari para pedagang di Lantai III Plaza Bogor, bersama Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto. Selasa (31/1/2023).
Namun meski bersyukur pengosongan plaza Bogor dilakukan setelah lebaran, Sunaryo mengaku keberatan dengan rekomendasi soal penampungan sementara yang berada di Pasar Kebon Kembang.
Hal itu dikarenakan, penampungan disediakan harus bayar dan itu mencapai ratusan juta.
"Jadi kami bermohon penampungan yang sekira layak harga ya juga jangan terlalu mahal yang ringan bahkan cuman cuma," keluh Sunaryo yang juga pedagang sendal dan sepatu di Plaza Bogor
Selain itu, Sunaryo juga keberatan dengan lokasi penampungan sementara di Pasar Kebon Kembang kerena terlalu sepi.
'Kami selalu senantiasa selalu berharap bogor plaza ini selalu di benahi di inovasi. Menurutnya dia tidak keberatan ditempatkan di mana saja asal tidak bayar, dan layak. Seandainya bayar itu engga menyangkut masalah ratusan juta Yang engga bisa menampung pedagang juga," tutup Sunaryo.
(Adi Wirman)



