POJOKSATU.id, Bogor - Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto menginginkan agar kewenangan SMA/SMK diserahkan ke Pemerintah Daerah. Hal itu dikarenakan kewenangan SMA/SMK ada di Provinsi.

"Jadi pemerintah daerah bisa bertindak tegas dengan menutup dan tidak lagi menerima menerima murid lagi," ujar Bima.

"Dan anaknya juga harus dihukum sesuai aturan yang berlaku," sambung Bima yang juga politisi Partai Amanat Nasional (PAN).

Baca Juga: Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sebut Pembacokan di Simpang Pomad Momentum Benahi Sistem Pendidikan

Menurut Bima, kasus pembacokan yang menimpa pelajar SMA di Kota Bogor dikarenakan adanya pola yang sama dari sekolah-sekolah yang rawan. Kemudian terkait dengan hal-hal yang tidak subtantif.

"Seperti masalah eksitensi, pergaulan dan ego kelompok dan saya dari dulu menginginkan sebetulnya pemerintah Kota lebih punya kewenangan agar bisa lebih tegas, karena saat ini kewenangan SMA/SMK ada di Provinsi," kata Bima, Sabtu (11/03/2023).

Seperti diketahui, Seorang pelajar SMA di Kota Bogor berinisal (AS) tewas dibacok pelajar lainnya yang belum diketahui identitasnya di Lampu Merah Pomad, Kelurahan Ciparigi, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, pada Jumat (10/03/2023).

Saat kejadian, pelajar ini bersama lima temannya hendak menyebrang.

Namun tiba-tiba dari arah Cibonong-Bogor tiga pelajar yang menggunakan motor menyambet salah seorang pelajar berinisial (AS) dengan menggunakan pedang.

Sementara itu salah saksi Andre menjelaskan peristiwa pembacokan sendiri terjadi sekitar pukul 09.30 WIB.

Baca Juga: Taburan Bunga Terlihat Ditempat Pelajar SMA Kena Sabetan Pedang di Pomad Bogor

"Saat berada di lampu merah, pelajar yang menggunakan motor langsung membacok korban yang hendak menyebrang lampu merah," kata Andre kepada kepada wartawan saat berada di lokasi kejadian.

Setelah itu, korban yang menerima sabetan senjata tajam di sebelah leher (kiri) langsung terkapar.

Melihat temannya terkena sajam, kedua temen lainnya sempat kocar kacir untuk menyelamatkan diri. Beberapa saat kemudian, teman korban datang kembali untuk membantu korban.

"Warga sekitar langsung menolong korban dan memberhentikan mobil ambulance yang sedang lewat. Korban di bawa ke RS FMC," ucapnya. (Adi Wirman)