POJOKBOGOR.Id - Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto menyampaikan Balai Kota terbuka untuk semua, terlebih untuk para kaum muda yang akan menjadi calon-calon pemimpin di masa depan.
Apalagi kata Bima Arya Sugiarto, Kota Bogor ini merupakan kota para pemimpin hebat dari masa ke masa.
"Dan saat ini Indonesia mendapatkan bonus demografi yang juga banyak didapatkan negara lain, namun tidak banyak negara yang berhasil memanfaatkan itu," kata Bima Arya Sugiarto.
"Jadi kalau hari ini kita semua fokus untuk menyiapkan kalian, itu tandanya kita ingin negara ini dipimpin oleh Gen Z yang kepemimpinannya berkualitas," tambah Bima Arya Sugiarto.
Baca Juga: Bupati Bogor Ngarep Kado Flyover Bomang dari Kemenhub
Bima Arya Sugiarto menilai, perjalanan Indonesia saat ini sudah berjalan on the track untuk menjemput bonus demografi.
Namun kepada HMI, Bima Arya Sugiarto menitipkan pesan untuk menjemput Indonesia emas 2045 agar Gen Z juga turut serta dalam memperbaiki lingkungan hidup, seperti persoalan sampah dan juga polusi udara.
Perbaikan lingkungan hidup bisa dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya memberikan edukasi, sosialisasi kepada masyarakat, bebersih lingkungan atau program untuk memperbaiki lingkungan hidup.
"Karena kalau ini enggak diurus bersama-sama (lingkungan hidup) Indonesia emas tidak akan ada. Jadi pengelolaan sampah dan sebagainya ini harus jadi atensi dari pemimpin selanjutnya dari Gen Z yang akan menjadi calon pemimpin masa depan," jelas Bima Arya Sugiarto.
Baca Juga: Pejabat Dispora Kabupaten Bogor jadi Wasit Catur dalam Asian Games Hangzhou
Bima Arya Sugiarto melihat, bahwa dunia akan terus berubah dengan artificial intelligence (AI) yang semakin canggih dikarenakan akan digantikan dengan the power of science.
"Saya pernah menyaksikan perdebatan tentang menghitung apalah artificial intelligence ini akan membuat manusia punah atau membuat manusia berjaya. Itu seperti mata koin yang bisa hancur, bisa bagus, bermanfaat, bisa mudharat," kata Bima Arya Sugiarto.
Selain itu, Bima Arya Sugiarto juga berpesan agar para mahasiswa terus menjaga demokrasi dan otonomi daerah.
"Adanya pemimpin-pemimpin bangsa, pemimpin hebat di daerah yang menjadikan level ekonomi daerah-daerah maju dan berkembang pesat itu karena adanya mereka (pemimpin daerah). Mereka ada karena otonomi daerah. Otonomi daerah hilang, demokrasi hilang, maka kita akan kembali kepada masa lalu," ujar Bima Arya Sugiarto.
Baca Juga: Libur Maulid Nabi Muhammad SAW, Polisi Terapkan Gage di Jalur Puncak
Di akhir pemaparannya, Bima Arya Sugiarto menyampaikan tentang kompetensi dan karakter yang juga harus dimiliki. Namun yang paling penting adalah membangun dan menjaga karakter.
"Kompetensi itu hanya 30 persen saja, 70 persen lainnya adalah karakter, percuma cemerlang, visioner, IPK tinggi tapi suka khianat, tidak mau tahu, letoy, tidak jujur, menghalalkan segala cara, individualis, soliter. Nggak bisa seperti itu. Sejarah mencatat pemimpin besar itu pemimpin yang berkarakter," kata Bima Arya Sugiarto.
Ketua Umum HMI Cabang Kota Bogor, Sofwan Ansori menegaskan, HMI Kota Bogor siap menjadi generasi emas Indonesia
"Dari kaderisasi ini, proses yang kami alami tidak lepas dari persoalan bangsa hari ini. Saat ini kita dihadapkan dengan momentum bonus demokrasi yang memang harus kita raih peluang itu. Dan yang mengikuti kegiatan ini rata-rata generasi Gen Z yang sekitar lahir 2004," ujar Bima Arya Sugiarto.
Generasi Gen Z ini lanjut Bima Arya Sugiarto, harus juga membuka mata terkait persoalan yang dihadapkan bangsa, termasuk mengenai lingkungan hidup.



