BOGOR.POJOKSATU.id - Terminal Laladon yang berada di perbatasan Kota dan Kabupaten Bogor selama ini dikenal sebagai salah satu titik rawan kemacetan.
Banyak pengendara yang melintas mengeluhkan padatnya arus lalu lintas di kawasan ini, terutama pada jam-jam sibuk pagi dan sore hari.
Salah satu penyebab utama yang sering disorot adalah keberadaan angkutan kota atau angkot yang menumpuk di sekitar terminal. Perilaku sebagian sopir angkot masih sulit ditertibkan.
Mereka kerap berhenti sembarangan untuk menaikkan atau menurunkan penumpang, bahkan memarkirkan kendaraannya di luar area yang sudah ditentukan.
Kondisi ini membuat arus kendaraan di sekitar Terminal Laladon tersendat, terutama ketika volume kendaraan pribadi juga sedang tinggi.
Sejumlah pengendara mengungkapkan bahwa titik kemacetan di sekitar terminal seringkali terjadi karena angkot memadati bahu jalan, sehingga menyempitkan lajur kendaraan lain.
Upaya penertiban yang dilakukan petugas sering hanya berlangsung sesaat, karena setelah situasi kembali normal, para sopir angkot kembali berhenti di lokasi yang sama.
Pemerhati transportasi di Bogor menilai, perlu ada langkah serius untuk mengurai persoalan ini.
Selain memperkuat pengawasan di lapangan, pemerintah juga diminta menyediakan area khusus bagi angkot yang representatif agar tidak meluber ke jalan raya.
Sosialisasi dan penegakan aturan perlu dijalankan secara konsisten agar perilaku sopir angkot berubah dan kemacetan berkurang.
Masyarakat berharap Terminal Laladon dapat dikelola lebih baik sehingga tidak lagi menjadi “biang kemacetan” dan justru menjadi simpul transportasi yang tertib dan nyaman bagi pengguna angkutan umum maupun pengendara pribadi. ***



