POJOKBOGOR.id - Jembatan Otista, Kota Bogor, telah rampung dibangun dan dibuka kembali mulai Selasa, 19 Desember 2023. Jembatan dengan konstruksi baru ini, diklaim dapat bertahan hingga 100 tahun.

Kepala Dinas PUPR Kota Bogor Rena Da Frina mengungkapkan, pembangunan jembatan telah melewati perhitungan matang, termasuk ketahanan beban dan getaran.

"Estimasinya, bisa tahan sampai 100 tahun. Tapi tetap akan ada perbaikan-perbaikan minor. Tapi untuk konstruksinya sudah didesain untuk tahan sampai 100 tahun," kata Rena, Senin (18/12).

Baca Juga: Truk Tambang di Parungpanjang Terguling Hingga Timpa Pemotor

Meski begitu, ada satu konstruksi berbentuk melengkung yang tetap dipertahankan dari bangunan jembatan sebelumnya dan dianggap sebagai warisan. Pasalnya pelengkung itu sudah menopang Jembatan Otista selasa ratusan tahun.

Jembatan Otista sebelumnya menjadi penyebab kemacetan lalu lintas karena lebih sempit dari lebar jalan kini dilebarkan menjadi 22 meter, dengan badan jembatan seluas 17 meter dan sisanya jalur pedestrian.

Setelah pelengkung dibongkar badan jembatan menjadi naik 1,8 meter sehingga bangunan baru Jembatan Otista punya kemiringan 5 derajat.

Baca Juga: Pengendara Vespa Ditemukan Tewas dalam Jurang

"Bisa dilihat lewat tangga inspeksi di bawah, jadi ditinggal sebagai objek wisata di situ. Dia tidak membebani dan membebani struktur jembatan baru. Jadi berdiri sendiri, sebagai hiasan aja," papar Rena.

Pembangunan Jembatan Otista menghabiskan Rp101 miliar bersumber dari dana bantuan Provinsi Jawa Barat, didesain untuk moda transportasi trem, sehingga dibuat tahan getaran dan tonase tinggi. Saat ini alur trem sementara ditutup.

"Jadi ketika tremnya sudah ada, tinggal dibuka hotmix, jadi ada lajur lurus sekitar 5 centimeter," ujarnya.

Baca Juga: Bocah 1 Tahun Tewas usai Tercebur ke Saluran Irigasi

Setelah dilebarkan masalah di Jembatan Otista ini diperkirakan hanya terjadi ketika ada angkutan umum kota (angkot) ngetem atau mobil parkir sembarangan di tepian.

"Nanti itu teman-teman Dishub yang punya urusan untuk itu, termasuk untuk parkir di Warbo, kita sudah siapkan strukturnya, untuk mekanisme selanjutnya ada lantas dan Dishub," jelas Rena. ***