POJOKSATU.id, BOGOR - Beredar informasi terkait keberadaan calon anggota jemaah umrah asal Aceh disekap di Puncak, Cisarua, Kabupaten Bogor.
Babar, keberadaan calon jemaah umroh asal Aceh, terdampar di Kawasan Puncak, Cisarua, Kabupaten Bogor.
"Sepertinya informasi tersebut tidak benar, karena jemaah umrah Aceh itu sebagian uangnya awalnya kurang, sehingga jemaahnya diberangkatkan separuh dulu, jadi bergantian. Kemudian dia (penyelenggara umrah) ada cabangnya di Cisarua, dititipin (di Cisarua). Sekarang sudah diberangkatkan lagi," kata Kapolsek Cisarua Kompol Supriyanto dilansir dari detikcom, Kamis (12/1/2023).
BACA JUGA : 7 Pria Raja Poligami di Indonesia, Ada yang Punya 94 Istri, Semalam Gilir 15 Istri
Kompol Supriyanto, kembali menegaskan, bahwa informasi jemaah umrah asal Aceh disekap di Puncak di wilayah Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, adalah tidak benar.
"Jadi sudah dikonfirmasi, bahwa pihak travelnya itu uangnya terpakai. Jadi jemaah yang diberangkatkan bergantian. Jadi bukan terlantar, disekap karena travel bodong," kata Supriyanto ketika dikonfirmasi kembali pojokbogor, Kamis (12/1/2023).
Kata Supriyanto, pihaknya pun tidak menerima adanya laporan terkait penipuan dari travel haji dan umrah.
BACA JUGA : Seorang Perempuan Diperkosa Pengamen Ondel-ondel di Dalam Toilet Masjid Bogor
"Jadi tetap diberangkatkan separo-separo. Nah jemaahnya itu mau pulang tadi malu sama masyarakat," kata Supriyanto.
"Jadi jemaah umroh asal Aceh itu sebagian uangnya kurang awalnya. Jadi diberangkatkan separuh dulu. Jadi gantian. Lalu travelnya ada cabang di Cisarua jadi dititipkan dulu. Sekarang sudah diberangkatkan lagi," kata dia.
Kabar informasi ada jemaah umrah asal Aceh disekap di Puncak juga ditindaklanjuti pihak Kecamatan dan Koramil Cisarua Bogor.
BACA JUGA : Polisi Tangkap Dua Maling Besi di Pabrik Cileungsi
Satpol PP Kecamatan Cisarua bersama anggota TNI mendatangi kediaman pria bernama Akbar, yang awalnya diduga jadi tempat penyekapan di Kampung Pasanggrahan, Cisarua, Bogor.
"Sesuai Keterangan Bapak H Akbar selaku Ketua Yayasan Tanur Mu'mainah Haji dan Umroh, kronologi kejadian yang sebenarnya adalah bahwa pada 15 Desember 2022 sejumlah 25 orang berangkat dari Aceh menuju Jakarta, untuk kemudian melanjutkan perjalanan menuju Madinah," kata Kanit Pol PP Kecamatan Cisarua Effendi.
"Karena sesuatu hal, 25 orang tersebut tidak bisa melanjutkan pergi ke Madinah, dan kemudian diketahui dialihkan perjalanannya menuju ke Bapak H Akbar selaku Ketua Yayasan Tanur Mu'mainah Haji dan Umroh wilayah Kecamatan Cisarua," sambungnya.
Dari keterangan Akbar, kata Effendi, disebutkan bahwa calon jemaah umrah telah diberangkatkan secara bertahap.
Sebanyak 11 orang diberangkatkan 24 Desember 2022 dan sebanyak 14 orang diberangkatkan pada 11 Januari 2023. "Jadi tanggal 11 Januari, semua sudah diberangkatkan sesuai laporan di atas. Tidak ada jemaah umrah asal Aceh disekap di Puncak," tandas Effendi.
(Rishad Noviansyah/pojokbogor)



