BOGOR, POJOKBOGOR.id - Pemanfaatan teknologi digital membuat kegiatan belajar mengajar di SDN Semeru 6, Kota Bogor, semakin interaktif. Kehadiran Papan Interaktif Digital (PID) atau Interactive Flat Panel (IFP) membantu guru menyampaikan materi secara lebih menarik dan memudahkan siswa memahami pelajaran.
SDN Semeru 6 mendapatkan tambahan tiga unit IFP bersamaan dengan revitalisasi gedung sekolah. Fasilitas tersebut merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto di bidang pendidikan.
Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, menilai pemanfaatan teknologi digital menjadi langkah penting untuk menyesuaikan metode pembelajaran dengan perkembangan zaman.
Hal itu disampaikan Dedie saat meninjau kegiatan belajar mengajar menggunakan IFP di gedung baru SDN Semeru 6, Rabu (14/10/2026).
Menurut Dedie, perkembangan teknologi informasi perlu diikuti oleh dunia pendidikan, termasuk melalui penerapan metode pembelajaran berbasis digital di sekolah.
“Kan dunia ini sedang berubah. Jadi urusan pendidikan juga, edukasi juga kan tentu harus mengikuti perkembangan zaman. Salah satunya, kalau menurut saya, kita harus belajar juga bagaimana memanfaatkan teknologi informasi,” ujar Dedie.
Ia menjelaskan, pengenalan papan interaktif digital menjadi salah satu upaya untuk mendorong pemanfaatan teknologi dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah-sekolah di Indonesia.
Ratusan Smartboard Mulai Digunakan di Sekolah Kota Bogor
Pemanfaatan IFP tidak hanya diterapkan di SDN Semeru 6. Dedie menyebutkan, ratusan unit perangkat serupa telah digunakan di sejumlah sekolah di Kota Bogor.
Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu guru mengembangkan metode pembelajaran melalui media audiovisual dan multimedia. Dengan cara ini, penyampaian materi di kelas menjadi lebih variatif dan siswa dapat terlibat lebih aktif dalam proses belajar.
“Karena anak-anak sekarang memang sangat dekat ya dengan teknologi informasi, dan ini membantu juga para guru untuk lebih membuka pola pembelajaran atau pengajaran ya, atau edukasi dengan model-model audiovisual multimedia,” jelasnya.
Pemkot Bogor berharap pemanfaatan teknologi digital dapat mendukung peningkatan kualitas pembelajaran sekaligus membantu sekolah beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi.
Guru Akui Smartboard Bantu Siswa Memahami Materi
Guru SDN Semeru 6, Nurul, mengatakan penggunaan IFP memberikan manfaat langsung dalam kegiatan belajar mengajar. Siswa dapat berinteraksi dengan materi yang ditampilkan sehingga pembelajaran terasa lebih menarik.
Menurutnya, penggunaan perangkat tersebut membantu meningkatkan daya tangkap siswa. Guru juga lebih mudah menyiapkan materi pembelajaran sesuai kebutuhan di kelas.
“Karena dengan IFP ini anak-anak bisa langsung interaktif, daya tangkapnya juga menjadi lebih cepat, dalam menyiapkan materi untuk pembelajaran anak-anak juga jadi lebih mudah,” kata Nurul.
Dengan dukungan fasilitas digital, guru dapat menghadirkan pengalaman belajar yang lebih beragam dan tidak hanya mengandalkan metode pembelajaran konvensional.
Orang Tua Sebut Anak Lebih Paham Batas Penggunaan Ponsel
Manfaat pembelajaran digital juga dirasakan oleh orang tua murid. Irmawati menilai penggunaan IFP membantu anak-anak memahami materi pelajaran dengan lebih cepat.
Ia juga melihat adanya perubahan kebiasaan anak dalam menggunakan telepon seluler di rumah. Menurutnya, anak mulai memahami bahwa penggunaan perangkat digital perlu dibatasi dan didampingi oleh orang dewasa.“Alhamdulillah anak-anak bisa lebih cepat paham, di rumah juga jadi berkurang main handphonenya, karena dia tau kalau main handphone itu harus orang sudah dewasa dan harus ditemani guru atau orangtua,” ungkap Irmawati.
Pemanfaatan papan interaktif digital di SDN Semeru 6 diharapkan dapat menjadi bagian dari transformasi pendidikan di Kota Bogor. Selain menghadirkan pembelajaran yang lebih interaktif, penggunaan teknologi juga perlu diimbangi dengan pendampingan guru dan orang tua agar anak dapat memanfaatkan perangkat digital secara bijak.



