POJOKBOGOR.id - Wali Kota Bogor Dedie Rachim akhirnya buka suara terkait kabar ditemukannya Bayu Zulkarnaen, ASN Pemkot Bogor yang sebelumnya dilaporkan hilang dan diduga terjatuh ke Sungai Cisadane.
Dedie mengaku telah menerima informasi mengenai perkembangan kasus tersebut. Namun, ia menegaskan belum ada laporan resmi yang dapat menjadi dasar untuk memastikan kabar Bayu ditemukan di Sukabumi.
“Belum ada laporan resminya, tetapi ada komunikasi bahwa sedang dilakukan langkah penyelidikan oleh Polresta Bogor,” ujar Dedie.
Menurut Dedie, apabila Bayu memang telah ditemukan, aparat penegak hukum perlu mengungkap secara menyeluruh keberadaan dan kronologi yang bersangkutan selama dinyatakan hilang.
“Saya cuma berpesan, kebetulan waktu itu dialog dengan Pak Wakapolres, kalau memang yang bersangkutan bisa ditemukan, berarti kan ini harus diproses,” tegasnya.
Dedie menilai sejumlah pertanyaan perlu dijawab apabila kabar tersebut nantinya terbukti benar. Salah satunya mengenai keberadaan Bayu selama ini.
“Di mana keberadaannya, kemudian kenapa harus dicari kenapa yang bersangkutan itu kemudian membuat alibi seolah-olah apa namanya, menghilang, dan lain sebagainya,” katanya.
Dedie: Jangan Gegabah
Meski demikian, Dedie meminta masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan informasi yang beredar.
Ia menegaskan seluruh informasi terkait Bayu masih dalam proses penyelidikan dan harus dibuktikan dengan fakta serta bukti.
“Intinya kan kita serahkan semua kepada aparat yang berwajib. Semua ini kan masih dalam konteks penyelidikan tadi. Betul atau tidaknya kan perlu fakta, perlu bukti. Jadi sabarlah,” ujarnya.
Dedie bahkan mengaku memilih diam meski telah memperoleh informasi mengenai perkembangan kasus tersebut.
“Saya aja yang dapat informasi, saya cicing-cicing wae kan (Saya diam saja kan,red). Nunggu aja dulu gimana, bener enggak. Jadi jangan gegabah,” ucapnya.
Menurutnya, kasus tersebut memiliki sensitivitas tinggi. Informasi yang disampaikan terlalu dini dikhawatirkan dapat mengganggu proses penyelidikan aparat.
“Yang begini-begini kan sensitif, masyarakat juga butuh kepastian. Kemudian aparat penegak hukum juga kalau kemudian dibocorkan, bisa-bisa jadi kabur,” jelas Dedie.
Karena itu, Dedie meminta semua pihak menahan diri sampai kepolisian memberikan keterangan resmi.
“Jadi tolonglah ya semuanya menahan diri untuk tidak memberikan statement apa pun,” pungkasnya.



