POJOKSATU.id, BOGOR - Maraknya penipuan pinjaman online alias pinjol di Kota Bogor, Koperasi Serba Usaha atau KSU Karya Mandiri besutan Atty Somadikarya menyerahkan sejumlah modal usaha kepada ribuan perempuan.

Politisi PDI Perjuangan itu mengungkapkan keprihatinannya dengan fenomena pinjol di Kota Bogor yang didominasi menjerat kaum perempuan.

"Kali ini kami gulirkan bantuan modal usaha tanpa bunga khusus perempuan pelaku usaha. Total ada 1.000 perempuan pelaku usaha dari setiap kecamatan. Ini bisa jadi solusi fenomena pinjol di Kota Bogor," urai Atty.

Penyerahan bantuan pinjaman usaha dilakukan secara simbolis oleh Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim di Gedung Serba Guna DPRD Kota Bogor.

BACA JUGA : Santri di Leuwiliang Bogor Tewas Saat Hendak Kabur dari Ponpes

Atty menjelaskan, bantuan yang diberikan bervariasi. Mulai dari Rp 300 ribu hingga Rp 1,2 juta dan diangsurkan selama 100 hari.

"Yang Rp 500 ribu cukup bayar Rp5 ribu dikali 100 hari tanpa denda. Jadi anggotanya bisa bayar angsuran sekalian menabung juga. Sejauh ini mereka disiplin bayar pas waktu yang sudah ditentukan," tutur Atty.

Dia juga mengungkapkan, anggota yang disiplin melakukan pembayaran akan diberikan kemudahan bermodal lagi jika ingin melakukan pencairan, hingga mereka benar-benar mandiri.

BACA JUGA : Perpusnas Peringati Bulan Bung Karno Dengan Internalisasi Konsep Trisakti

"Perempuan di tatar Sunda, khusus bagi perempuan pelaku usaha tidak akan meminjam pinjol ilegal atau pinjaman instan yang menjerat sampai membuat miskin permanen," lugas dia.

Hingga akhirnya, sambung Atty, banyak korban pinjol di Kota Bogor yang kehilangan rumah dan berdampak kepada rumah tangga mereka. "Akhirnya rumah tangga hancur," singkat dia.

Dia tak menampik, banyak anggota KSU Karya Mandiri yang sudah pernah menjadi korban pinjol di Kota Bogor. "Saya sangat prihatin kalau dengar mereka cerita," imbuh dia.

BACA JUGA : Antisipasi Ancaman El Nino, Kementan Salurkan Bantuan Irigasi Perpompaan untuk Indramayu

Karena itu, dia berharap, pemerintah baik di tingkat dinas, kepala daerah hingga provinsi mau memberikan perhatian dan mendorong koperasi sehat seperti koperasinya yang sudah dia rintis 27 tahun ini.

"Saya berharap pemkot, pemprov dan kemenkop bisa memberikan perhatian penuh pada koperasi sehat. Dinas yang berkaitan bisa membantu menyosialisasikan program koperasi yang bermanfaat," jelas dia.

Ihwalnya, Atty menilai, selama ini pemerintah kurang dalam mendorong koperasi sehat. Ditambah minimnya edukasi tentang bahaya pinjol di lingkungan masyarakat.

"Koperasi yang saya bina ini pernah mendapatkan penghargaan sebagai koperasi terbaik saat tahun 2015. Saya berharap, lembaga koperasi dijadikan pondasi ekonomi kerakyatan dengan perhatian penuh pada koperasi lain yang sehat," harap Atty.

Dia juga menyarankan, agar pemerintah dengan cepat mencabut izin koperasi yang tidak sesuai aturan main alias rentenir berkedok koperasi.

Bukan tanpa alasan, pasalnya banyak koperasi sehat yang terkena imbas dari oknum-oknum seperti ini. "Koperasi sehat kena imbas negatif. Dampaknya, turun kepercayaan dari masyarakat," kata dia.

Buktinya, lanjut Atty, selama ini korban-korban pinjol di Kota Bogor yang masuk ke dalam KSU Karya Mandiri bisa mulai kembali menata ekonomi rumah tangganya. "Bertahap, tapi semua terselamatkan," ulas dia memungkasi. (Ipe)