POJOKBOGOR.com - Pedagang Kaki Lima atau yang biasa disebut dengan PKL, kini semakin merajalela menguasai jalan-jalan di Bogor, salah satu yang kini menjadi permasalahan semrawutnya PKL ada di kolong Flyover Cileungsi Bogor.
Sebenarnya, kolong Flyover Cileungsi Bogor penah bersih dari PKL pada tahun 2023 silam. Namun kini para pedagang kembali hadir dan memadati sebagian jalan.
"Sekarang rame lagi," ungkap Yana warga Cileungsi kepada Radar Bogor Selasa (15/4/2025), grup Pojokbogor.com
Belum selesainya penataan kolong Flyover Cileungsi membuat para PKL akhirnya kembali berjualan dan memakan sebagian jalan. Yana berharap masalah penataan PKL ini benar-benar dilakukan dengan serius.
"Dulu rencananya mau dibangun taman, tapi sampai sekarang belum terealisasi. Makanya PKL balik lagi ke kolong Flayover Cileungsi," tambahnya.
Ia menyampaikan harapannya agar Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dapat menata pedagang kaki lima (PKL) dan memanfaatkan area di bawah Flyover Cileungsi menjadi ruang terbuka hijau seperti taman.
Terlebih lagi, menurutnya, saat ini Gubernur yang dikenal dengan julukan "Bapak Aing" tersebut sedang giat melakukan penataan PKL di Kota Bandung.
“Beberapa waktu lalu viral video penataan PKL di Bandung, saya berharap hal serupa bisa dilakukan di Cileungsi. Karena di sini banyak PKL yang meninggalkan sampah,” ujarnya.
Hal senada disampaikan oleh Agung Maulana, warga Cileungsi lainnya. Ia mengungkapkan bahwa persoalan PKL di bawah Flyover Cileungsi sudah berlangsung cukup lama dan hingga kini belum terselesaikan.
“Masalah ini sudah lama, semoga dengan kepemimpinan Gubernur Jawa Barat saat ini, bisa dibereskan. Soalnya kondisi di bawah flyover sudah sangat semrawut dan kotor,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa Flyover Cileungsi terletak tidak jauh dari kawasan Cibubur dan menjadi salah satu wajah wilayah timur Kabupaten Bogor.
“Di sekitar sini ada banyak kompleks perumahan elit, tapi keadaannya malah kumuh karena banyak PKL. Jadi kalau bisa ditata, flyover dan area di bawahnya akan tampak lebih bersih dan tertata rapi. Bahkan bisa dijadikan taman,” harapnya. ***



