POJOKBOGOR.id - DPRD Kota Bogor meminta Pemerintah Kota Bogor memperketat pengawasan terhadap seluruh proyek strategis tahun 2025.
Permintaan ini muncul setelah dewan menemukan berbagai persoalan, mulai dari perencanaan yang belum matang hingga kualitas pekerjaan yang dinilai belum maksimal.
Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor, Heri Cahyono, mengatakan secara umum sejumlah proyek memang masih berjalan.
Namun, ia menegaskan masih banyak catatan penting yang harus segera dibenahi, baik oleh perangkat daerah maupun rekanan pelaksana.
“Dari pantauan DPRD, progres proyek-proyek strategis saat ini berjalan, tetapi memang masih banyak catatan penting yang harus dibenahi pemerintah daerah maupun rekanan pelaksana,” ujar Heri, Senin 8 Desember 2025.
Menurutnya, sebagian proyek menunjukkan kemajuan, namun tidak sedikit pula yang tersendat akibat persoalan perencanaan, koordinasi, hingga lemahnya pengawasan.
Salah satu yang disorot ialah pembangunan jalan di kawasan Batu Tulis yang hingga kini masih terhambat pembebasan lahan.
“Ini membuat pekerjaan tertunda dan menunjukkan koordinasi antarpihak terkait masih perlu diperkuat,” tegasnya.
Proyek lain yang ikut disorot adalah pembangunan Jalan R3.
Meski dinilai memiliki progres yang cukup baik, Heri menyebut pekerjaan ini masih membutuhkan waktu panjang hingga benar-benar tembus ke ujung trase bahkan sampai arah Ciawi.
Tak hanya proyek jalan, DPRD juga menaruh perhatian pada pembangunan fasilitas olahraga dan ruang publik.
Heri menilai masih terdapat kelemahan dalam perencanaan detail, pengawasan keamanan kerja, hingga kualitas pengerjaan, sehingga berpotensi menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.
“Hal serupa juga terjadi pada pembangunan fasilitas pejalan kaki, trotoar, dan taman kota. Pekerjaan ini penting bagi kenyamanan warga, jadi pemerintah harus meningkatkan kualitas perencanaan dan pengawasan agar hasilnya tidak asal jadi,” katanya.
Selain itu, progres pembangunan jalan lingkungan, jalan setapak, dan sejumlah jalan tembus juga dinilai belum maksimal.
Beberapa titik pengerjaannya lambat, sementara di titik lain kualitasnya belum memenuhi ekspektasi masyarakat.
DPRD menegaskan akan terus mengawal seluruh proyek tersebut.
Sebab, seluruh pembangunan itu menggunakan uang rakyat dan harus dipertanggungjawabkan dengan hasil yang berkualitas.
“Ini semua uang rakyat. Maka harus direncanakan dengan matang, dikerjakan dengan standar mutu yang jelas, dan diawasi secara ketat,” tegas Heri.
Sementara itu, Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setda Kota Bogor, Lia Kania Dewi, menyatakan seluruh proyek strategis tahun 2025 masih berjalan sesuai kontrak.
Ia menyebut beberapa proyek besar bahkan telah rampung 100 persen.
“Secara garis besar pekerjaan masih berlangsung dan masih berprogres sampai dengan berakhirnya kontrak, rata-rata minggu ke-4 Desember. Namun untuk SD–SMP satu atap di Cimahpar dan Duta Pakuan serta pembangunan PSC sudah selesai 100 persen,” kata Lia.
Ia optimistis seluruh proyek strategis tahun ini akan selesai hingga akhir Desember.
Meski demikian, beberapa proyek akan dilanjutkan ke tahap berikutnya pada 2026.
“Tahun ini sampai akhir Desember akan selesai semua, selesai sesuai kontrak. Maksudnya bertahap ya, karena stadion tahun depan ada tahap 2, kolam renang tahap 2 juga, R3, dan terminal Bubulak juga ada lanjutannya 2026,” jelasnya.
Pada 2025, terdapat sepuluh proyek strategis Kota Bogor yang dikerjakan menggunakan APBD.
Di antaranya rehabilitasi Stadion Padjajaran, pembangunan unit sekolah baru SMPN 22 di Duta Pakuan dan SMPN 23 di Cimahpar, revitalisasi Terminal Bubulak, lanjutan Jalan R3, pembangunan Gedung Negara Sederhana UPTD PSC Dinas Kesehatan, revitalisasi SDN Cimanggu, SDN Gang Aut, dan SDN Kencana 1, serta pembangunan Taman Lapangan Yasmin Sektor 6.




