POJOKBOGOR.ID - Menjelang Lebaran, kebutuhan akan baju baru selalu meningkat.

Namun, di tengah kondisi ekonomi yang menuntut masyarakat lebih selektif dalam berbelanja, tren membeli baju Lebaran perlahan bergeser.

Tak harus mahal atau baru dari toko besar, bisnis thrifting dan baju preloved justru mengalami lonjakan permintaan selama bulan Ramadan.

Baca Juga: Cari Tempat Bukber Keluarga? Restoran Ramah Anak di Bogor Ini Jadi Andalan saat Ramadan

Fenomena ini terlihat jelas di berbagai platform digital.

Live shopping TikTok, Instagram Story, hingga grup WhatsApp dipenuhi penawaran baju preloved branded yang diklaim masih layak pakai, bahkan sebagian masih berlabel.


Thrifting Jadi Alternatif Baju Lebaran

Thrifting yang dulu identik dengan pasar loak kini naik kelas.

Baca Juga: Bukan Hanya untuk Anak Muda, Cafe Kaizen Heritage Cibinong Nyaman untuk Semua Usia

Banyak penjual mengemas produk preloved dengan tampilan rapi, bersih, dan estetik.

Baju-baju tersebut kemudian dipasarkan sebagai alternatif baju Lebaran yang lebih hemat namun tetap bergaya.

Jenis produk yang paling diminati antara lain:

  • Gamis dan tunik preloved

Baca Juga: Bukan Hanya untuk Anak Muda, Cafe Kaizen Heritage Cibinong Nyaman untuk Semua Usia

  • Kemeja branded pria

  • Outer dan blouse wanita

  • Baju anak untuk Lebaran keluarga

Harga yang lebih terjangkau menjadi daya tarik utama, terutama bagi keluarga muda dan anak muda yang ingin tampil maksimal tanpa menguras tabungan.


Live Shopping, Senjata Utama Penjual Preloved

Ramadan juga menjadi momentum naiknya tren live shopping.

Banyak penjual thrifting memanfaatkan waktu sore menjelang berbuka atau malam hari setelah tarawih untuk melakukan siaran langsung.

Baca Juga: Bukan Hanya untuk Anak Muda, Cafe Kaizen Heritage Cibinong Nyaman untuk Semua Usia

Dalam satu sesi live, ratusan hingga ribuan penonton bisa bergabung.

Sistem “siapa cepat dia dapat” membuat pembelian berlangsung cepat dan kompetitif. Tak jarang, satu baju ludes terjual hanya dalam hitungan detik.

Model penjualan ini dinilai efektif karena:

  • Interaksi langsung dengan pembeli

Baca Juga: Bukan Hanya untuk Anak Muda, Cafe Kaizen Heritage Cibinong Nyaman untuk Semua Usia

  • Bisa menampilkan kondisi barang secara detail

  • Membangun kepercayaan konsumen

  • Meningkatkan impuls buying


Modal Terjangkau, Keuntungan Menjanjikan

Bisnis thrifting relatif tidak membutuhkan modal besar.

Banyak pelaku usaha memulai dengan sistem kulakan kiloan atau membeli dari distributor preloved terpercaya. Bahkan ada juga yang menjual koleksi pribadi terlebih dahulu.

Keunggulan bisnis ini antara lain:

  • Modal fleksibel sesuai kemampuan

  • Produk unik dan tidak pasaran

  • Margin keuntungan cukup tinggi

Baca Juga: Lokasinya Strategis, Cafe Kaizen Heritage Cibinong Mudah Dijangkau dari Berbagai Arah

  • Risiko stok menumpuk relatif kecil jika selektif

Tak heran, bisnis ini banyak digeluti oleh mahasiswa, ibu rumah tangga, hingga pekerja yang mencari penghasilan tambahan selama Ramadan.


Gaya Hidup Hemat dan Berkelanjutan

Selain faktor harga, meningkatnya minat terhadap baju preloved juga dipengaruhi oleh kesadaran gaya hidup berkelanjutan.

Baca Juga: Lokasinya Strategis, Cafe Kaizen Heritage Cibinong Mudah Dijangkau dari Berbagai Arah

Membeli pakaian bekas dinilai lebih ramah lingkungan dan mengurangi limbah tekstil.

Tren ini sejalan dengan perubahan pola pikir konsumen yang tidak lagi mengejar gengsi, melainkan fungsi dan nilai guna.

Baju Lebaran tidak harus baru, yang penting nyaman, sopan, dan layak dipakai.


Peluang Bisnis Musiman yang Bisa Berlanjut

Meski permintaan meningkat saat Ramadan, bisnis thrifting sebenarnya bisa berjalan sepanjang tahun.

Baca Juga: Buka Puasa Sekeluarga di Bogor, Ini Restoran Ramah Anak dengan Suasana Adem dan Luas

Lebaran hanya menjadi momentum puncak penjualan. Banyak penjual yang awalnya musiman, akhirnya menjadikan thrifting sebagai usaha jangka panjang.

Bagi yang ingin memulai, beberapa strategi yang bisa dilakukan:

  • Fokus pada kategori baju Lebaran

  • Jujur soal kondisi barang

Baca Juga: Cari Tempat Bukber Keluarga? Restoran Ramah Anak di Bogor Ini Jadi Andalan saat Ramadan

  • Manfaatkan live shopping dan media sosial

  • Bangun kepercayaan pelanggan sejak awal

Ramadan kembali membuktikan bahwa peluang bisnis tidak selalu datang dari hal baru.

Di tengah tren hidup hemat, baju preloved justru menjelma menjadi sumber cuan yang menjanjikan.***