BOGOR.POJOKSATU.id - Suasana malam Minggu di Alun-Alun Kota Bogor pada Minggu (12/10/2025) kembali diwarnai kepadatan yang cukup mengganggu.

Area yang seharusnya menjadi ruang publik untuk bersantai kini dipenuhi oleh Pedagang Kaki Lima (PKL) dan kendaraan yang parkir sembarangan, terutama di sepanjang Jalan Dewi Sartika.

Pantauan di lapangan menunjukkan, deretan motor tampak terparkir di dua sisi jalan, membuat arus lalu lintas tersendat dan pengendara harus melaju perlahan untuk menghindari kemacetan.

Kondisi ini diperparah dengan semakin banyaknya pengunjung yang datang pada malam hari, khususnya saat malam Minggu, ketika warga Bogor maupun wisatawan menjadikan alun-alun sebagai tempat berkumpul dan bersantai.

Selain kendaraan yang parkir sembarangan, keberadaan PKL yang menempati trotoar dan bahu jalan juga turut memicu kemacetan.

Pedagang yang menjajakan makanan, minuman, hingga pakaian tampak memenuhi hampir setiap sudut area sekitar alun-alun, sehingga ruang gerak pejalan kaki menjadi semakin terbatas.

Beberapa warga menilai bahwa kondisi ini sudah berlangsung cukup lama dan belum ada penataan yang tegas dari pemerintah setempat.

“Kalau malam Minggu begini, jalan di depan alun-alun pasti macet. Banyak motor parkir seenaknya dan pedagang berjualan di mana-mana,” ujar salah seorang warga yang melintas di lokasi.

Situasi tersebut juga menimbulkan kekhawatiran terhadap aspek keselamatan, terutama karena jalan yang sempit dan padat berpotensi menimbulkan gesekan antar kendaraan.

Warga berharap pihak berwenang segera turun tangan melakukan penertiban agar kawasan Alun-Alun Kota Bogor tetap nyaman dan tertib bagi pengunjung.

Dinas Perhubungan bersama Satpol PP diharapkan dapat mengatur ulang area parkir dan menertibkan PKL, tanpa mengganggu mata pencaharian pedagang.

Penataan yang terencana diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara aktivitas ekonomi warga dan kenyamanan publik.

Alun-Alun Kota Bogor sejatinya menjadi ikon kota dan ruang terbuka bagi masyarakat untuk berwisata dan berinteraksi.

Namun tanpa penataan yang serius, kawasan ini berisiko kehilangan fungsi utamanya sebagai ruang publik yang tertib dan ramah bagi semua. ***