POJOKBOGOR.id - Untuk menciptakan pembangunan kota yang berkelanjutan, dibutuhkan pendekatan inovatif, kolaboratif, dan berbasis teknologi.
Menjawab tantangan ini, Pijar Foundation, dengan dukungan Kedutaan Besar Inggris melalui UK-Indonesia Tech Hub serta PoliPoli Inc., meluncurkan program inovatif bernama FutureGen for Change (FGC).
Program ini turut bekerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.
Diluncurkan secara resmi pada ASEAN-Japan Future Gen Business Leaders' Summit 2024 di Kyoto, FGC adalah inisiatif terobosan yang dirancang untuk mempercepat pembangunan kota berkelanjutan.
Melalui pendekatan inovasi terbuka dan pembuatan kebijakan berbasis bukti, program ini bertujuan memberikan solusi nyata bagi tantangan perkotaan yang kompleks.
FutureGen for Change akan mengarahkan perhatiannya pada empat isu utama yang menjadi prioritas pembangunan kota berkelanjutan:
1. Pengurangan angka stunting
2. Pengembangan urban farming berkelanjutan
3. Adaptasi dan mitigasi banjir rob
4. Optimalisasi pengelolaan sampah
Program ini akan mengundang inovator dari Asia Tenggara dan Jepang untuk membawa solusi mereka ke pasar Indonesia.
Para inovator terpilih akan mendapat kesempatan menguji solusi mereka di kota-kota mitra FGC, yakni Bogor (Jawa Barat), Semarang (Jawa Tengah), dan Palembang (Sumatera Selatan).
Dalam pelaksanaannya, FGC akan bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat untuk melaksanakan proyek percontohan.
Hasil proyek ini akan dievaluasi secara komprehensif guna mengukur efektivitasnya dalam mendorong keberlanjutan kota.
Evaluasi ini akan menjadi dasar rekomendasi kebijakan berbasis bukti yang dapat diterapkan oleh pemerintah daerah untuk menyusun strategi keberlanjutan mereka.
Keberhasilan proyek percontohan ini tidak hanya akan memperkuat implementasi di kota-kota mitra tetapi juga membuka jalan untuk penerapan solusi yang lebih luas di tingkat regional hingga nasional.
Cynthia Krisanti, Direktur Inovasi Pijar Foundation, menyampaikan bahwa FGC adalah kesempatan luar biasa untuk menciptakan perubahan nyata.
“Para inovator akan mendapatkan pengalaman langsung yang berharga dalam menciptakan dampak nyata di pasar Indonesia, sementara pembuat kebijakan dapat langsung mengamati dan memanfaatkan solusi berbasis bukti,” ungkapnya.
Ia menambahkan, “Program ini mencerminkan visi kami untuk memanfaatkan inovasi dalam mewujudkan keberlanjutan perkotaan yang nyata dan berkelanjutan.”
FutureGen for Change membuka pendaftaran bagi para inovator hingga 31 Januari 2025.
Bagi yang tertarik untuk menghadapi tantangan kota sekaligus menciptakan solusi yang berdampak, informasi lengkap dapat diakses melalui situs resmi https://fgc.futurelestari.com/.
Kolaborasi ini mendapat sambutan positif dari Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Bogor, Rudy Mashudi.
“Kami sangat mendukung program ini. Semoga semakin banyak inovator yang mendaftar, sehingga Kota Bogor memiliki banyak pilihan solusi untuk mengatasi dua isu prioritas, yakni stunting dan urban farming,” ujarnya.
Rudy juga memberikan apresiasi kepada Pijar Foundation atas inisiatifnya melibatkan mitra-mitra seperti UK-Indonesia Tech Hub dan PoliPoli Inc..
“Kami berharap kolaborasi ini dapat memberikan dampak nyata, khususnya bagi percepatan penyelesaian stunting dan pengembangan urban farming di Kota Bogor,” tambahnya.
FutureGen for Change bukan sekadar program, melainkan langkah besar dalam membangun kolaborasi internasional untuk masa depan perkotaan yang lebih baik.
Dengan sinergi antara inovator dan pembuat kebijakan, inisiatif ini menjadi katalisator perubahan yang menginspirasi—mewujudkan kota yang tumbuh secara berkelanjutan, efisien, dan manusiawi.***



.webp)
