POJOKBOGOR.id - Memperingati Hari Santri 2024, Calon Wali Kota Bogor Atang Trisnanto menggelar doa bersama, istigosah, dan tahlil bersama santri dan para kyai di Sekber Kota Paris, Kelurahan Kebon Kelapa, Kecamatan Bogor Tengah pada Selasa 22 Oktober 2024.
Atang Trisnanto Calon Wali Kota Bogor nomor urut 2 ini menyampaikan bahwa Hari Santri memiliki makna penting, yaitu meneruskan resolusi yang telah disampaikan oleh Syeikh Hasyim Asy'ari.
Menurut Atang Trisnanto, pesan tersebut menekankan pentingnya membela tanah air dan mempertahankan kemerdekaan.
Baca Juga: Rayakan Dies Natalis ke-61, IPB University Siap Gelar Festival Terbesar dan Spektakuler di Bogor!
"Intinya, bagaimana di Hari Santri ini kita bisa taat dan menghormati pesan-pesan para ulama," ujar Atang Trisnanto.
Sebagai refleksi, Atang Trisnanto juga menegaskan bahwa semangat santri untuk menjaga dan mempertahankan kemerdekaan harus tetap hidup.
"Dalam konteks saat ini, semangat tersebut diwujudkan dengan turut serta dalam pembangunan bangsa dan memberikan yang terbaik bagi Indonesia," katanya.
Baca Juga: Dukungan BRI Antarkan UMKM Keripik Pisang Bakauheni Sukses di Pasar Nasional
Hari Santri diperingati sebagai momentum untuk mengingat peran penting para santri dan ulama dalam sejarah perjuangan bangsa, terutama dalam mempertahankan kemerdekaan dan mengisi pembangunan nasional.
Di akhir acara, Atang Trisnanto memberikan santunan kepada anak yatim yang berasal dari seluruh kecamatan se Kota Bogor.
Sebelumnya, Doktor bidang lingkungan tersebut juga menghadiri kajian spesial di Masjid Al Muslimun, Bogor Utara.
Baca Juga: Rudy Susmanto sebut Presiden Prabowo Subianto akan Jadikan Indonesia Macan Asia
Atang terlihat menyimak dengan khusyu pemaparan dari Imam Shamsi Ali yang mengupas tentang "Perkembangan Peradaban Islam di Dunia Barat". Ia juga terlihat menyalami dan mencium tangan beberapa ulama dan tokoh sepuh dalam acara tersebut.
"Spirit santri adalah terus belajar. Juga menghormati orang tua dan ulama. Ini pula yang harus terus dipupuk oleh kita semua. Belajar hingga akhir hayat, apapun profesi dan jabatan kita", pungkas Atang Trisnanto.



