POJOKBOGOR.id - Penjabat (Pj) Bupati Bogor Asmawa Tosepu menyebut inflasi di Kabupaten Bogor cukup terkendali, meski beberapa daerah di sekitar Kabupaten Bogor, masuk kategori inflasi tinggi.

"Seperti Kota Bogor, dalam rapat yang dipimpin Pak Mendagri, masuk sebagai daerah dengan inflasi tinggi. Kabupaten Bogor ini bisa dikendalikan. Artinya lebih rendah dari daerah lain di Indonesia," kata Asmawa Tosepu usai Rapat Koordinasi Penanganan Inflasi Daerah, Rabu (3/1).

Dia menyebut, inflasi di Kabupaten Bogor per Oktober 2023 dengan melihat Sister City IHK Kota Bogor, sebesar 3,01 persen secara tahunan dan 0,12 persen secara bulanan.

Baca Juga: 393 Desa di Bogor Terbebas dari Buang Air Sembarangan

Menurut Asmawa Tosepu, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Bogor terus melakukan kegiatan-kegiatan implementatif di masyarakat seperti menggelar pasar murah, memastikan ketersediaan stok pangan, serta memastikan jaringan distribusi tidak terhambat.

"Itu yang kita lakukan disamping gerakan menanam bagi masyarakat di wilayah kita," kata Asmawa.

Di samping itu, kata dia, lahan pertanian yang luas di Kabupaten Bogor juga berkontribusi dalam pengendalian angka inflasi.

Baca Juga: Atap Sekolah di SDN 1 Bogor Ambruk, 4 Ruangan Tak Bisa Dipakai KBM

"Misalnya beras, insha Allah stok yang tersedia dari Bulog Kabupaten Bogor kita ada stoknya beberapa bulan kedepan," ujarnya.

Sementara, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam rapat koordinasi penanganan inflasi secara virtual menyebutkan bahwa tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia terjaga di posisi 4,94 persen. Angka teresbut, kata dia, lebih baik dibanding negara-negara seperti Amerika.

“Kemudian kalau kita lihat di daerah, ada provinsi yang bagus sekali pertumbuhan ekonominya melampaui nasional, salah satunya Maluku Utara,” jelas Tito.

Baca Juga: Pengendara Motor Tewas Terlindas Ban Truck di Jalan Sholeh Iskandar Bogor

Ia menerangkan, kaitan dengan inflasi, posisi Indonesia berada pada urutan ke-53 terendah dari 186 negara di dunia.

Di negara G20, inflasi Indonesia masuk peringkat ketujuh terendah dan ada 16 negara lainnya yang inflasinya lebih tinggi seperti Jepang, Amerika, dan lain-lain. Inflasi tahun ke tahun Indonesia pada bulan Desember 2023 yakni di angka 2,61 persen, turun dari angka sebelumnya yakni 2,86 persen.

“Jadi berita baiknya, inflasi kita relatif terjaga, namun jangan sampai terlena karena tren bulan ke bulannya ada peningkatan sehingga perlu ada langkah-langkah yang diambil,” terang Tito. ***