POJOKBOGOR.id - Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI) Kota Bogor meluncurkan Program 1000 Pintu sebagai gerakan kolaboratif untuk memperkuat pemenuhan hak dan perlindungan anak, khususnya dari keluarga prasejahtera.
Program tersebut diluncurkan di IPB Convention Center, Jalan Pajajaran, Kota Bogor, Kamis (17/9/2026), dan dihadiri Ketua TP PKK Kota Bogor sekaligus Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Kota Bogor, Yantie Rachim.
Staf Ahli Wali Kota Bogor Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Henny Nurliani, mengatakan Program 1000 Pintu tidak boleh dimaknai sekadar sebagai kegiatan seremonial.
Menurutnya, program tersebut merupakan bentuk gotong royong untuk membuka lebih banyak akses bagi anak-anak Kota Bogor agar dapat tumbuh di lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan mereka.
“1000 pintu bermakna 1000 peluang, 1000 kepedulian, dan 1000 masa depan yang lebih aman serta lebih baik bagi anak-anak di Kota Bogor,” kata Henny.
Bukan Sekadar Membuat Kamar
Ketua APSAI Kota Bogor, Deswaty Diningsih, menjelaskan Program 1000 Pintu memiliki tiga fokus utama, yakni penyediaan ruang privasi bagi anak, program Gembira (Gerakan Bergizi Seimbang untuk Keluarga), serta beasiswa bagi calon mahasiswa berprestasi asal Kota Bogor.
Untuk penyediaan ruang privasi, APSAI membantu keluarga prasejahtera yang kondisi rumahnya belum memungkinkan memiliki kamar khusus untuk anak.
Bantuan diberikan dalam bentuk pembuatan sekat atau dinding tambahan sehingga tersedia ruang yang dapat digunakan anak untuk beristirahat dan menjalankan aktivitas secara lebih nyaman.
“1000 Pintu diluncurkan untuk memberikan ruang privasi bagi anak-anak. APSAI bergerak untuk melindungi anak-anak. Program ini menargetkan 1.000 rumah tanpa dibatasi waktu,” ujar Deswaty.
Ia mengatakan, persoalan tersebut bukan semata karena orang tua tidak ingin memberikan kamar bagi anak. Keterbatasan ekonomi membuat sebagian keluarga harus memprioritaskan kebutuhan pokok sebelum membangun atau menata ulang rumah.
“Artinya, kami membantu masyarakat prasejahtera membuat penyekatan, sehingga dapat menjadi kamar atau ruang privasi bagi anak agar lebih aman,” jelasnya.
Hingga saat ini, APSAI Kota Bogor telah menyelesaikan pembangunan ruang privasi di enam rumah, sedangkan dua rumah lainnya masih dalam proses pengerjaan.
Makanan Bergizi Rp3 Ribu
Selain persoalan tempat tinggal, APSAI juga memberikan perhatian terhadap kebutuhan gizi anak dan keluarga melalui Program Gembira.
Program tersebut menyediakan makanan bergizi seimbang dengan harga Rp3.000. Hingga kini, kegiatan telah dilaksanakan sebanyak 49 kali dan akan memasuki pelaksanaan ke-50.
Dalam setiap pelaksanaan, sekitar 200 orang mendapatkan makanan melalui program tersebut.
APSAI juga menjalankan program beasiswa untuk membuka akses pendidikan bagi calon mahasiswa berprestasi asal Kota Bogor.
Pendanaan program berasal dari dukungan corporate social responsibility (CSR) perusahaan anggota APSAI, donasi, sponsor, serta berbagai bentuk kolaborasi.
Deswaty berharap semakin banyak perusahaan dan pihak lainnya yang ikut terlibat sehingga manfaat program dapat diperluas.
“Untuk program Gembira dan beasiswa, APSAI Kota Bogor berkomitmen menjadi fasilitator yang menghubungkan kebutuhan dunia usaha, memastikan dana CSR tepat sasaran dan transparan, serta menjadi penggerak untuk mengajak lebih banyak pihak dalam upaya perlindungan anak,” pungkasnya.



