BOGOR.POJOKSATU.id - Fenomena pedagang kaki lima atau PKL liar di Kota Bogor kembali menjadi sorotan. Meski penertiban kerap dilakukan, praktik berjualan di ruang publik masih terus berulang.
Kondisi ini kembali terlihat di kawasan Sempur, yang hingga kini dipadati aktivitas PKL di badan jalan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah pedagang masih berjualan di sekitar Lapangan Sempur.
Tidak hanya itu, kendaraan pengunjung juga terlihat parkir di area yang seharusnya difungsikan sebagai ruang publik dan jalur aktivitas warga.
Situasi ini menunjukkan bahwa persoalan PKL liar di Bogor bukan sekadar soal penegakan aturan, tetapi juga berkaitan dengan faktor ekonomi dan keterbatasan ruang usaha.
Bagi sebagian pedagang, kawasan ramai seperti Sempur dinilai strategis karena mendatangkan pembeli, meskipun melanggar ketentuan tata kota.
Di sisi lain, keterbatasan lokasi relokasi yang benar-benar ramai dan mudah diakses membuat banyak PKL kembali ke lokasi semula setelah penertiban dilakukan.
Akibatnya, upaya penataan kerap bersifat sementara dan belum memberikan solusi jangka panjang.
Kondisi tersebut menimbulkan dilema antara menjaga ketertiban dan kenyamanan ruang publik dengan kebutuhan ekonomi masyarakat kecil.
Tanpa solusi menyeluruh yang melibatkan penataan lokasi, pengawasan berkelanjutan, serta dukungan ekonomi alternatif, persoalan PKL liar di Kota Bogor diperkirakan masih akan terus berulang. ***



