POJOKSATIU.id, BOGOR - Pemilihan wali kota atau Pilwalkot Bogor 2024 semakin menarik perhatian publik dengan kehadiran sejumlah pemuda yang maju sebagai kandidat calon wali kota Bogor.
Salah satunya Annida Allivia. Bakal calon Wali Kota Bogor 2024 berparas cantik ini tengah menjadi perbincangan publik.
Ternyata Annida merupakan keluarga dari pedangdut tersohor Evie Tamala dan Ayahnya seorang politikus sekaligus pengusaha, H. Ahmad Subadri.
H. Ahmad Subadri, disamping pernah menjadi PNS di Kabupaten Tangerang, dia juga seorang aktivis muda yg kritis di era tahun 1990an. Iya pernah menjadi Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Tangerang dan Provinsi Banten.
Pada tahun 2006, pria yang lahir di Tangerang, 09 Juli 1973 itu mengundurkan diri sebagai PNS dan terjun ke dunia politik.
Pria yang akrab disapa Haji Badri itu dipercaya menjadi Ketua DPC Partai Demokrat. Kemudian terpilih menjadi anggota DPD RI dari daerah pemilihan Provinsi Banten selama 2 Periode sejak tahun 2009-2019
Semasa menjabat Ketua DPC Demokrat, H. Badri sempat maju sebagai calon Bupati Tangerang th 2013 dari Partai Demokrat. Namun dia belum berhasil.
Kini, H. Badri berharap anak sulungnya, Annida Alivia bisa mewujudkan cita-citanya menjadi kepala daerah.
Menurutnya, di tangan kepala daerah ribuan miliar uang rakyat bisa digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup dan mewujudkan kesejahteraan.
"Jadi kepala daerah bukan untuk gagah-gagahan dan menumpuk kekayaan, melainkan untuk melayani dan mencukupi kebutuhan rakyatnya," demikian pesan H. Badri kepada Annida saat memberikan nasehat.
H. Badri telah menempa Annida menjadi politikus sejak kecil. Ia kerap membawa Annida ke Senayan agar matang dalam berpolitik.
"Dia sering ikut kalau saya ada kegiatan di DPD RI. Ia suka politik sejak kecil," ujar H. Badri saat berbincang dengan Pojoksatu.id, Rabu, 17 Juli 2024.
H. Badri pun memberikan dukungan penuh saat Annida mencalonkan diri sebagai calon anggota DPD RI dari daerah pemilihan Jawa Barat pada Pemilu 2024.
Annida mampu meraup suara cukup banyak, yakni 899.370 suara.
Dari 54 calon DPD RI asal Jawa Barat, Annida menempati peringkat kelima perolehan suara terbanyak.
Gadis berusia 25 tahun ini hanya kalah dari pelawak Komeng yang meraih 5.399.699 suara, L Aanya Rina Casmayanti 1.976.561 suara, artis Jihan Fahira 1.823.907 suara, Agita Nurfianti 1.168.837 suara.
Perolehan suara yang cukup tinggi inilah yang menjadi salah satu alasan salah satu partai politik mendorong Annida untuk maju di Pilwalkot Bogor 2024.
Setelah berdiskusi dengan keluarga, Annida memutuskan menerima tawaran tersebut.
Ketua Yayasan Amal Salam Pancasila ini menyadari bahwa kehadiran generasi muda sebagai calon kepala daerah menawarkan berbagai peluang dan tantangan yang perlu diperhatikan.
"Sekarang zamannya anak muda," jelas Annida saat dihubungi lewat ponselnya.
Menurut Annida, pemuda yang mencalonkan diri sebagai kepala daerah harus membawa semangat segar dalam dinamika politik.
Partisipasi anak muda mencerminkan dorongan untuk memberdayakan kaum muda dan mendorong inklusivitas dalam proses pengambilan keputusan.
Keterlibatan kaum pemuda dalam politik lokal bukan hanya sekadar fenomena politik saat ini, tetapi juga investasi jangka panjang untuk masa depan kepemimpinan negara.
Dengan beragam latar belakang dan pengalaman, pemuda sebagai pemimpin dapat membawa perspektif baru dan solusi inovatif untuk mengatasi tantangan yang dihadapi masyarakat lokal.
Mereka juga mewakili harapan untuk meningkatkan kualitas demokrasi dengan memperluas representasi dan partisipasi publik.
"Kita akan menghadapi era bonus demografi beberapa tahun ke depan, di mana penduduk usia produktif akan lebih besar dibanding usia nonproduktif," kata Annida
"Jadi kita perlu mempersiapkan pemimpin muda yang memahami kondisi dan tantangan generasi muda sekarang," tambah Annida
Keberanian pemuda dalam mencalonkan diri sebagai kepala daerah adalah langkah penting dalam menghadapi tantangan masa depan.
Partisipasi mereka bukan hanya tentang mewujudkan ambisi pribadi, tetapi juga membawa harapan untuk meningkatkan kualitas kepemimpinan dan memperkuat fondasi demokrasi, khususnya di tingkat lokal.
Dengan adanya dukungan yang tepat, pemuda yang mencalonkan diri sebagai bupati maupun wali kota, seperti Annida Allivia memiliki potensi untuk menjadi agen perubahan yang signifikan dalam peta politik Indonesia. ***



