POJOKBOGOR.id - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor menyebut telah mendata sejumlah sekolah rusak, terdampak bencana pada Maret lalu.
Rencananya, Disdik bakal melakukan perbaikan sekolah rusak tersebut, setelah Ramadan atau Idul Fitri mendatang.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Warman menyebut, ada sekitar 5 sekolah rusak, terdampak bencana Maret lalu.
Sekolah ini akan menjadi prioritas perbaikan oleh Pemkab Bogor.
Baca Juga: Program Gertak PSN DBD: Pemkot Bogor Berantas Penyebaran DBD di Sekolah
“Beberapa seperti SMP di Sukajaya, SD ciputih, dan beberapa sekolah lain kami sementara rampungkan pendataannya,” katanya kepada Radar Bogor, Selasa 2 April 2024.
Ia menuturkan, kerusakan yang dialami sejumlah sekolah itu, masuk kategori kerusakan sedang. Diperkirakan biaya perbaikan sekitar Rp50-Rp100 jutaan dan akan ditangani langsung Disdik.
“Kerusakan sedang karena biaya perbaikan tidak lebih dari Rp200 juta. Bisa ditangani langsung tanpa tender,” tuturnya.
Baca Juga: Cafe Milik Sespri Iriana Jokowi yang Bakal Calon Wali Kota Bogor Disita Satgas BLBI
Sementara itu, kata Warman, sekolah telah diminta untuk menyediakan tempat sementara untuk siswa belajar. Setelah perbaikan selesai, siswa baru bisa kembali ke ruangannya.
“Udah ada penganggaran khusus untuk bencana tanah longsor, banjir, dan puting beliung,” ujarnya.
Penganggaran khusus ini disebut karena melihat setiap tahun selalu ada sekolah terdampak bencana. Sehingga Disdik selalu menyiapkan anggaran khusus untuk melakukan perbaikan.
“Tahun lalu dan tahun ini angka kerusakan sama yaitu di bawah 10an. Jadi kita sudah antisipasi dengan menyediakan anggaran khusus,” sebutnya.
Lebih lanjut, menurutnya, saat ini Disdik masih ditahap perampungan data sekolah rusak itu. Setelah itu, akan dilakukan perencanaan pembangunan. Diperkirakan nanti saat Mei-Juni sudah dilakukan perbaikan.
“Kita harus lakukan perencanaan terlebih dahulu, terhadap perlakuan ke sekolah rusak tersebut. Mei-Juni sudah mulai di eksekusi,” tegasnya.



