POJOKBOGOR.id - Pemerintah Kota Bogor berencana merelokasi warga dari tiga kelurahan di Kecamatan Bogor Selatan, dalam waktu dekat. Pasalnya, tempat tinggal mereka masuk zona hitam rawan bencana alam.

Warga tersebut berasal dari Kelurahan Empang, Kelurahan Batu Tulis dan Kelurahan Lawang Gintung. Terdapat 38 unit rumah dibangun oleh BNPB di atas lahan seluas 4.000 meter persegi.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor Theofilo Patrocinio Freitas menjelaskan, tempat relokasi berada di Kampung Ciranjang, Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Bogor Selatan.

Baca Juga: Pemkab Bogor Percepat Tempat Relokasi 1.033 Pedagang Pasar Leuwiliang

Rumah yang dibangun, merupakan hasil pengajuan bantuan yang dilakukan Pemkot Bogor kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Kita ajukan 40 unit rumah. Akhirnya ada 38 uni dibangun BNPB mulai Oktober ini dan direncanakan selasai Desembet 2023. Kemudian kita mulai relokasi," kata Theo, Minggu (15/10).

Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, rencana relokasi warga dari zona hitam ini akan dibagi menjadi beberapa gelombang.

Bima memerintahkan BPBD Kota Bogor agar memperhatikan sejumlah aspek kebutuhan dasar warga yang harus dipenuhi.

Baca Juga: Bima Arya Intruksikan Penanganan Cepat Pada Jembatan Ambrol di Jalan Raya Wangun Bogor

"Kita ketahui ada kategori hitam, merah dan kuning. Kita prioritaskan yang hitam. Sekarang ada 38 KK yang bersedia. Saya minta untuk BPBD pastikan adanya air, listrik, septic tank dan perbaikan akses masuk supaya lebih nyaman saat masuk. Itu yang harus dikejar sampai bulan Desember 2023,” tutur Bima. ***