POJOKBOGOR.Id - Pembangunan Jalan Tol Bogor Outer Ring Road atau Tol Borr Seksi III B Yasmin-Salabenda akan dilanjutkan pada tahun 2024 mendatang.

Akibatnya ada sebanyak 295 bidang tanah milik warga yang lahannya terdampak imbas rencana pembangunan lanjutan pembangunan Tol Borr Seksi III B.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Bogor, Rena Da Frina menyebut dari 295 bidang milik warga yang akan dibebaskan untuk kepentingan pembangunan lanjutan Tol Borr Seksi III B, sebagian besar lahannya sudah disetujui untuk dilakukan pembayaran.

Baca Juga: Rekomendasi Sate Maranggi Dekat Bogor yang Paling Otentik, Cuma 15 Menit Keluar Tol Langsung Ketemu Hj Yetty

"Hanya saja ada sekitar 76 orang lagi yang mengajukan pembebasan tanah sisanya. Dan saat ini lagi dibahas di BPN," kata Rena Da Frina kepada wartawan, Selasa (5/9).

Menurut dia, rencana pembangunan Tol Borr Seksi III yang akan dilakukan PT Marga Sarana Jawa Barat (MSJ) pada 2024 mendatang diperkirakan ada berdampak pada 200 an Kepala Keluarga (KK). Di mana, saat ini tahapanya terus melakukan sosialisasi secara masif.

Saat ini, Pemkot Bogor DPUPR terus berkoordinasi dengan PT MSJ terkait rencana pembangunan lanjutan Tol Borr Seksi III.

Baca Juga: Peringati Hari Pelanggan Nasional, PLN UP3 Bogor Lakukan Kunjungan ke Pelanggan dan Stakeholder

"Keterlibatan PUPR menghitung luasan bangunan yang terkena pembebasan lahan Tol Borr Seksi III," ucap dia.

Sebelumnya, PT Marga Sarana Jawa Barat (Jabar) berencana melanjutkan pembangunan Tol Borr Seksi III.

Adapun, pembangunan akan mulai kembali dilaksanakan pada tahun 2024 nanti. Sementara, tahun ini pembebasan lahan dikebut selesai.

Kepastian itu diungkapkan Direktur Utama PT Marga Sarana Jabar, Dedi Krisnariawan Sunoto. Menurut dia, proses pembebasan lahan untuk Jalan Tol Borr Seksi III ruas Yasmin - Salabenda di wilayah Bogor dijadwalkan tuntas awal tahun 2024.

Baca Juga: Sambut Hari Bhakti Postel Ke-78 Tahun 2023, ATSI Bekerja Sama dengan PMI Gelar Donor Darah di XL Axiata Tower

Sehingga pembangunan lanjutan fisik jalan tol sepanjang 2,5 km mulai dikerjakan pada pertengahan 2024 mendatang.

“Target kami tahun 2024 sudah akan mulai konstruksi,” kata Dedi Krisnariawan Sunoto kepada wartawan baru-baru ini.

Adapun, menurut dia, progres pembebasan lahan saat ini masih tahap sosialisasi untuk keperluan pemberkasan aset di atas lahan yang dilaksanakan di sejumlah kelurahan atau desa yang wilayahnya dilalui oleh proyek jalan tol ini.

“Tol Borr Seksi III ini sudah mulai musyawarah, dan sekarang pembebasan tanah akan mulai dilakukan pembayaran. Ada 17 warga yang sudah sepakat. Sebanyak 270 warga lainnya masih berproses," ucap dia.

Dedi Krisnariawan Sunoto menyatakan dalam desain baru, Jalan Tol Borr Seksi III kelak akan terhubung dengan jalan tol Depok-Antasari. Sehingga menjadi jalan alternatif dari Jakarta menuju Bogor maupun sebaliknya.