POJOKBOGOR.id - Pemkot Bogor terus mematangkan rencana relokasi pedagang kaki lima (PKL) dari sejumlah titik di sekitar Pasar Bogor ke Pasar Jambu Dua.
Dedie Rachim didampingi Sekretaris Daerah Kota Bogor, Denny Mulyadi, sudah memastikan kesiapan fasilitas Pasar Jambu Dua, mulai dari daya tampung pedagang, area bongkar muat, akses transportasi angkutan kota, hingga sarana dan prasarana pendukung lainnya.
Sebelumnya Pemkot Bogor menertibkan PKL di sejumlah ruas jalan strategis, seperti Jalan Roda, Jalan Bata, Jalan Pedati, dan Jalan Lawang Seketeng, yang selama ini kerap menimbulkan kemacetan dan kesemrawutan.
“Pasar Jambu Dua kami siapkan sebagai lokasi relokasi yang representatif. Kami pastikan daya tampung mencukupi, akses logistik lancar, dan fasilitas penunjang terus diperbaiki agar pedagang dan pembeli sama-sama nyaman,” ujar Dedie Rachim.
Pemkot Bogor juga mempercepat berbagai perbaikan infrastruktur di kawasan Pasar Jambu Dua. Beberapa di antaranya meliputi pembenahan akses jalan serta perbaikan lampu penerangan yang sebelumnya tidak berfungsi.
Selain itu, untuk mendukung kelancaran distribusi barang, akses kendaraan pengangkut komoditas seperti sayur mayur kini dipermudah. Salah satu langkah yang dilakukan adalah penonaktifan sementara gardu parkir guna memberikan ruang lebih luas bagi kendaraan logistik.
“Perbaikan kami lakukan secara bertahap namun cepat. Kemudahan akses kendaraan barang sangat penting untuk menjaga kelancaran distribusi dan aktivitas perdagangan,” tambahnya.
Diperkirakan sekitar 200 pedagang akan mulai menempati Pasar Jambu Dua dalam beberapa hari ke depan. Para pedagang yang direlokasi juga mendapatkan sejumlah insentif dari Perumda Pasar Pakuan Jaya bersama pihak pengembang untuk meringankan proses adaptasi di lokasi baru.
Pemkot Bogor turut mengimbau masyarakat untuk mulai beralih berbelanja ke Pasar Jambu Dua sebagai pusat aktivitas perdagangan yang baru. Penertiban di kawasan lama akan terus dilakukan hingga seluruh pedagang masuk ke dalam pasar dan tidak lagi berjualan di badan jalan maupun trotoar.
“Kami mengajak masyarakat untuk berbelanja di dalam pasar yang sudah disiapkan. Penataan ini demi ketertiban, kenyamanan, dan keselamatan bersama,” tutup Dedie Rachim.



