BOGOR.POJOKSATU.id - Distribusi program Makan Bergizi Gratis atau MBG di Kota Bogor selama bulan Ramadhan menuai sorotan. Sejumlah orang tua siswa mengeluhkan isi paket makanan yang dinilai tidak sebanding dengan anggaran yang telah ditetapkan.

Keluhan tersebut ramai disampaikan melalui media sosial dan memicu perdebatan publik.

Menanggapi polemik tersebut, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menegaskan bahwa perbedaan menu bukanlah kesalahan distribusi, melainkan memang dirancang berdasarkan jenjang pendidikan dan besaran anggaran per kategori.

“Setiap siswa memang tidak mendapatkan menu yang sama. Penyesuaian dilakukan berdasarkan tingkat pendidikan. Misalnya, kelas dua dan kelas empat meskipun satu sekolah, seharusnya berbeda,” ujar Dadan.

Ia menjelaskan, skema anggaran MBG telah dibagi berdasarkan kelompok usia dan kebutuhan gizi.

Untuk balita hingga siswa SD kelas 3, alokasi anggaran ditetapkan sebesar Rp8.000 per paket. Sementara untuk siswa kelas 4 SD ke atas, anggarannya Rp10.000 per paket.

“Untuk balita sampai SD kelas tiga Rp8 ribu. Kelas empat dan seterusnya itu Rp10 ribu,” ungkapnya saat dikonfirmasi mengenai rincian biaya per paket.

Menurut Dadan, perbedaan harga tersebut berdampak pada komposisi dan variasi menu yang diberikan.

Ia menekankan bahwa penyesuaian dilakukan agar kebutuhan kalori dan gizi tiap kelompok usia tetap terpenuhi sesuai standar.

Meski demikian, sorotan publik menunjukkan masih adanya celah komunikasi antara penyelenggara program dan masyarakat.

Sejumlah orang tua berharap transparansi menu dan rincian komponen gizi dapat dipublikasikan secara lebih terbuka agar tidak menimbulkan persepsi negatif.

Program MBG sendiri bertujuan memastikan asupan gizi anak tetap terpenuhi, termasuk selama Ramadhan.

Namun, evaluasi terhadap pelaksanaan di lapangan dinilai penting agar tujuan program benar-benar tercapai dan tidak menimbulkan polemik berkepanjangan.

Pemerintah pun diharapkan dapat memperkuat pengawasan serta sosialisasi agar masyarakat memahami mekanisme penentuan menu dan alokasi anggaran dalam program tersebut. ***