POJOKBOGOR.ID - Ramadan selalu identik dengan takjil.

Menjelang waktu berbuka puasa, berbagai jenis makanan dan minuman manis mulai bermunculan di meja makan maupun lapak-lapak pedagang.

Namun seiring perkembangan zaman, pilihan takjil kini tidak lagi didominasi menu tradisional.

Baca Juga: DPC Gerindra Kabupaten Bogor gelar Syukuran HUT ke-18 dengan Sederhana, Terus Galakkan Konsolidasi

Takjil kekinian dengan tampilan modern dan rasa variatif mulai bersaing dengan takjil tradisional yang sudah puluhan tahun menjadi bagian dari budaya Ramadan.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan menarik takjil tradisional atau takjil kekinian, mana yang paling diminati masyarakat saat Ramadan?


Takjil Tradisional, Cita Rasa yang Tak Pernah Hilang

Takjil tradisional masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat.

Baca Juga: DPC Gerindra Kabupaten Bogor gelar Syukuran HUT ke-18 dengan Sederhana, Terus Galakkan Konsolidasi

Menu-menu ini identik dengan nostalgia dan kebiasaan turun-temurun di keluarga Indonesia.

Beberapa takjil tradisional yang masih menjadi favorit antara lain:

  • Kolak pisang dan ubi

  • Bubur sumsum

Baca Juga: Kumuh Lagi Dua Bulan Berselang, Pemkot Bogor Turunkan 300 Personel di MA Salmun–Mayor Oking

  • Candil dan biji salak

  • Es cincau dan es kelapa muda

  • Kue tradisional seperti klepon, cenil, dan lupis

Kelebihan takjil tradisional terletak pada:

  • Bahan alami dan mudah didapat

  • Rasa manis yang tidak berlebihan

Baca Juga: Berdekatan dengan Ramadhan, Gerhana Matahari Cincin Bakal Terjadi 17 Februari 2026 Mendatang

  • Harga terjangkau

Bagi sebagian masyarakat, berbuka puasa terasa belum lengkap tanpa kolak atau bubur sumsum.


Takjil Kekinian, Favorit Generasi Muda

Di sisi lain, takjil kekinian terus bermunculan dengan inovasi rasa dan tampilan yang menarik.

Baca Juga: Dinilai Sangat Strategis, Pasar Parung Bogor Berpotensi Jadi Pusat Perdagangan Barat Kabupaten Bogor

Takjil jenis ini banyak diminati kalangan anak muda dan keluarga perkotaan.

Beberapa takjil kekinian yang populer saat Ramadan:

  • Dessert box

  • Puding regal

  • Salad buah

  • Es kopi susu gula aren

  • Minuman boba dan jelly drink

Takjil kekinian unggul dari segi:

  • Tampilan menarik

  • Variasi rasa

Baca Juga: Dinilai Sangat Strategis, Pasar Parung Bogor Berpotensi Jadi Pusat Perdagangan Barat Kabupaten Bogor

  • Mudah dipromosikan melalui media sosial

Tak heran jika banyak pedagang memanfaatkan tren ini untuk meningkatkan penjualan selama Ramadan.


Perbedaan Selera Berdasarkan Usia dan Gaya Hidup

Preferensi takjil sering kali dipengaruhi oleh usia dan gaya hidup.

  • Generasi tua cenderung memilih takjil tradisional karena rasa dan nilai nostalgia

  • Generasi muda lebih tertarik pada takjil kekinian yang praktis dan instagramable

Baca Juga: Ide Jualan Takjil Paling Laris Saat Ramadan, Modal Kecil Untung Menjanjikan

Meski demikian, tidak sedikit keluarga yang menyajikan kedua jenis takjil sekaligus saat berbuka puasa.


Harga dan Aksesibilitas Jadi Faktor Penentu

Selain selera, harga juga menjadi pertimbangan utama.

Takjil tradisional umumnya dijual dengan harga lebih murah dan mudah ditemukan di pasar takjil atau pedagang keliling.

Sementara itu, takjil kekinian biasanya memiliki harga lebih tinggi, namun menawarkan nilai tambah dari segi kemasan dan variasi rasa.

Takjil, Simbol Tradisi dan Inovasi Ramadan

Takjil tradisional dan kekinian memiliki peran masing-masing dalam meramaikan Ramadan.

Baca Juga: Dinilai Sangat Strategis, Pasar Parung Bogor Berpotensi Jadi Pusat Perdagangan Barat Kabupaten Bogor

Tradisi tetap terjaga, sementara inovasi terus berkembang mengikuti selera zaman.

Pada akhirnya, pilihan takjil kembali pada kebutuhan dan selera masing-masing.

Yang terpenting, momen berbuka puasa tetap menjadi waktu yang penuh kebersamaan dan makna.***