POJOKBOGOR.id - Sejak Senin pagi (12/1), hujan deras kembali mendominasi langit Jabodetabek.

Dari Bogor, Jakarta hingga Bekasi, rintik yang turun sejak pagi perlahan berubah menjadi hujan lebat dan bertahan cukup lama.

Kondisi ini membuat banyak warga bertanya-tanya, ada apa dengan cuaca belakangan ini?

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut hujan yang terjadi bukan peristiwa tunggal, melainkan hasil dari kerja sama sejumlah fenomena atmosfer yang sedang aktif bersamaan.

Kombinasi faktor global hingga regional inilah yang membuat potensi hujan meningkat signifikan dalam beberapa hari terakhir.

BMKG mencatat, setidaknya ada tiga pemicu utama yang berperan besar di balik hujan lebat yang mengguyur Jabodetabek dan sejumlah wilayah lain di Indonesia.

La Nina Masih Ikut Bermain

Di tingkat global, kondisi iklim saat ini masih dipengaruhi oleh La Nina dalam kategori lemah.

Meski tidak ekstrem, fenomena ini cukup untuk meningkatkan kandungan uap air di atmosfer Indonesia.

Pasokan uap air yang melimpah membuat awan hujan lebih mudah terbentuk, apalagi didukung suhu permukaan laut di sekitar Indonesia yang cenderung hangat.

Kombinasi ini menjadi bahan bakar bagi hujan yang turun lebih sering dan lebih deras.

MJO Aktif Lewati Wilayah Indonesia

Selain La Nina, BMKG juga memantau pergerakan Madden-Julian Oscillation atau MJO.

Fenomena ini dikenal sebagai gelombang aktivitas awan hujan yang bergerak perlahan dari barat ke timur di wilayah tropis.

Saat MJO berada di atas Indonesia, peluang terbentuknya awan hujan meningkat tajam.

Saat ini, wilayah Jawa, termasuk Jabodetabek, masuk dalam jalur aktif MJO, sehingga hujan lebat menjadi lebih mudah terjadi.

Gelombang Ekuator Memperkuat Awan Hujan

Faktor terakhir datang dari aktivitas gelombang ekuator di atmosfer.

Gelombang Kelvin dan Rossby Ekuator terpantau aktif dan berperan memperkuat pertumbuhan awan konvektif.

Ketika gelombang ini bertemu dengan kondisi atmosfer yang sudah lembap, hujan pun menjadi sulit dihindari.

Dampaknya, beberapa wilayah berpotensi mengalami hujan dengan durasi lebih panjang dari biasanya.

BMKG mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, termasuk hujan lebat disertai angin kencang.

Warga di wilayah rawan banjir juga diminta lebih siaga sembari terus memantau pembaruan informasi cuaca resmi.