BOGOR.POJOKSATU.id - Harga telur ayam di sejumlah pasar di Kota dan Kabupaten Bogor kembali menjadi sorotan.

Dalam beberapa minggu terakhir, pedagang dan pembeli sama-sama mengeluhkan kondisi harga yang tidak stabil—hari ini naik, besok turun, lalu kembali merangkak naik.

Sejumlah pedagang menilai fluktuasi ini salah satunya dipengaruhi oleh pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis atau yang biasa disebut dengan MBG.

Sebuah kebijakan yang mendorong peningkatan produksi peternak. Meski tujuannya baik, sebagian pelaku usaha menyebut distribusi dan ritme pasokan kadang tidak sejalan dengan kebutuhan pasar.

Sehingga berdampak pada naik turunnya harga telur yang ada di Kota dan Kabupaten Bogor saat ini.

Para pembeli mengaku cukup kesulitan mengatur belanja harian karena tidak bisa memprediksi harga.

Beberapa pedagang juga menyampaikan bahwa pasokan dari produsen kadang melimpah, namun pada periode tertentu justru menipis, sehingga membuat harga kembali berubah.

Meski demikian, pemerintah daerah dan dinas terkait memastikan bahwa pihaknya terus memantau kondisi harga serta menyiapkan langkah stabilisasi.

Agar kebutuhan pokok masyarakat tetap terjangkau dan tidak memberatkan rumah tangga berpendapatan menengah ke bawah. ***