POJOKBOGOR.id - Pedagang Kaki Lima atau PKL Pasar Bogor menggelar unjuk rasa di Balai Kota Jalan Juanda, Kota Bogor, Jawa Barat. Mereka melakukan longmarch melewati jalur Sistem Satu Arah (SSA) hingga kantor Balai Kota Bogor di Jl Juanda, Selasa 2 September 2025.
PKL Pasar Bogor menggelar aksi damai di Balai Kota Bogor menuntut Pemkot agar mengizinkan mereka berdagang di Pasar Bogor hingga Idul Fitri tahun 2026 mendatang.
Agar lalin tidak tersendat, pengunjuk rasa kemudian diterima di halaman Balai Kota Bogor dan melakukan orasi. Unjuk rasa PKL berjalan damai dengan penjagaan Polresta Bogor, Kodim 0601 dan Satpol PP Kota Bogor.
Pemkot Bogor pun memberi izin PKL Pasar Bogor bertahan di sana sampai lebaran nanti.
Baca Juga: 8 Rekomendasi Villa di Puncak dengan Halaman Luas, Cocok untuk Gathering Keluarga dan Acara Spesial
Tidak butuh waktu lama, PKL Pasar Bogor kemudian ditemui pihak Pemkot Bogor yang diwakili oleh Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin.
Kapolresta Bogor Kota Kombes Eko Prasetyo juga turut mendampingi Jenal menemui dan menenangkan massa.
"Kita komitmen teman-teman pedagang semua, kita komitmen bukan Lebaran, Lebaran lagi, Lebaran lagi, tetapi Lebaran yang akan datang di 2026, paling lama 6 bulan. Dan itu komitmen, H+ Idul Fitri kita siap pindah. Kita (ingin) mendapat surat tertulis boleh berdagang di Hari Raya Idul Fitri," ujar salah satu perwakilan PKL Pasar Bogor yang berorasi di lokasi.
Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin kemudian menjawab tuntutan tersebut. Aksi unjuk rasa ini sendiri berlangsung damai dan tertib.
Baca Juga: Rekomendasi 5 Lapangan Padel di Bogor yang Estetik dan Nyaman
"Kalau mau bicara tentang regulasi, saya teringat beberapa tahun lalu pada saat pedagang Lawang Saketeng dan Pedati sama seperti ini ke DPRD, cuma memang hari ini kondisinya lain, Pasar Bogor bangunannya bukan milik Pemerintah Kota Bogor, mau tidak mau ini harus dibongkar, itu satu, paham ya?" ucap Jenal yang disahut 'paham' oleh pedagang.
Namun, Jenal memberi syarat kepada para PKL Pasar Bogor agar mereka menjaga kebersihan.
Dia mewanti-wanti kalau ditemukan area tersebut tidak bersih, maka pedagang tersebut diangkut.
"Saya barusan tadi malam berbincang sama Pak Wali minta izin, tapi pada intinya mah punten minta kebersihan, pantes nggak Bogor kumuh? Saya akan pantau langsung ke lapangan, kalau nggak rapi saya angkat, bila perlu tiap pagi bebersih tempat jualan, karena saya selama ini bebersih eweuh bantuan," kata Jenal yang dibalas dengan sahutan 'siap' dari pedagang.
Baca Juga: Bogor Cinta Damai: Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh Jadi Fondasi Kerukunan
Dia pun kemudian memberikan izin ke PKL Pasar Bogor.
Dia mengizinkan PKL Pasar Bogor berjualan di Pasar Bogor hingga Idul Fitri. Para pedagang bersorak menyambut gembira. "Insyallah jualan kita izinkan sampai hari Idul Fitri, setelah Idul Fitri tidak ada lagi negosiasi, bantu pemerintah merapikan Kota Bogor, mau direlokasi kita siapkan nanti kios sesuai Perda, murah Pak," ucap Jenal.



