POJOKBOGOR.id - Pemkab Bogor secara simbolis meluncurkan 435 Koperasi Merah Putih di Kabupaten Bogor (KMP) yang tersebar di seluruh desa.
Peluncuran Koperasi Merah Putih ini bertepatan dengan peresmian seerentak Koperasi Merah Putih se-Indonesia oleh Presiden Prabowo Subianto Senin, 21 Juni 2025 di Desa Hambalang, Kecamatan Citeureup Kabupaten Bogor.
Bupati Bogor Rudy Susmanto menyatakan dukungannya terhadap program Koperasi Merah Putih di Kabupaten Bogor ini.
Ia menyebut Koperasi Merah Putih sebagai semangat baru untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Baca Juga: 68 Koperasi Merah Putih di Kota Bogor Telah Terbentuk, Diyakini Bisa Kurangi Praktik Judi Online
"Koperasi menjadi lokomotif ekonomi Indonesia. Koperasi Merah Putih adalah langkah awal kebangkitan ekonomi, dan kami di Pemkab Bogor siap menyukseskannya," ujar Rudy Susmanto, Senin, 21 Juli 2025.
Menurutnya, gerai Koperasi Merah Putih akan menyediakan berbagai kebutuhan pokok masyarakat seperti beras, minyak goreng, telur ayam, hingga produk kemasan lainnya.
Selain menjual kebutuhan pokok, setiap gerai KMP juga akan dilengkapi dengan fasilitas pelayanan masyarakat, termasuk klinik kesehatan.
Baca Juga: Jenal Mutaqin Bangga Putra Kota Bogor Masuk 10 Besar Moka Jawa Barat 2025
Rudy Susmanto menjelaskan, kehadiran klinik ini ditujukan untuk menangani penyakit ringan di tingkat masyarakat.
"Klinik Koperasi Merah Putih menjadi tonggak awal kebangkitan ekonomi dan pelayanan kesehatan di seluruh lapisan masyarakat yang ada di Indonesia dan kami Pemkab Bogor siap mensukseskan," tegasnya.
Keberadaan klinik di gerai Koperasi Merah Putih juga diharapkan dapat mengurangi antrean di fasilitas kesehatan yang lebih besar.
Baca Juga: Ketua DPRD Kota Bogor Tinjau Program Padat Karya Pemerintah, Begini Reaksinya
"Kalau saat ini Puskesmas belum bisa mengcover seluruh desa, maka keberadaan Klinik Desa Merah Putih tentu dapat membangun pelayanan masyarakat lebih maksimal," sambung Rudy Susmanto.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bogor Iman Wahyu Budiana menjelaskan, klinik di Koperasi Merah Putih bersifat komersil.
"Berarti kalau namanya koperasi kan bukan sosial, Koperasi itu adalah bisnis, sehingga tidak ada namanya sosial," jelasnya.
Iman mengungkapkan, untuk 435 Koperasi yang tersebar di Kabupaten Bogor, baru di Desa Hambalang yang lengkap secara fisik dan siap beroperasi.
Sementara lainnya baru berbadan hukum dan dalam proses kelengkapanKoperasi Merah Putih di Kabupaten Bogor."Iya badan hukumnya yang kita bantu, fisiknya (bangunan) belum, di Kabupaten Bogor baru satu ini, tapi yang lain ada sudah berjalan," pungkasnya.



