POJOKBOGOR.id - Bogor Suka Suka (Bogor Surga Kulineran di Surya Kencana) yang digelar pada 20 dan 21 Juni 2025 masih menyisakan satu malam lagi bagi masyarakat yang ingin datang dan menikmati berbagai kuliner khas Bogor maupun nusantara.
Bogor Suka Suka ini diselenggarakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam rangka memperingati Hari Jadi Bogor (HJB) ke-543. Acara dimulai pukul 18.30 hingga 23.00 WIB.
Beragam makanan dan minuman yang biasa disajikan di kafe, restoran, hingga hotel pun bisa dinikmati dalam bentuk street food Bogor Suka Sukayang digelar di Jalan Surya Kencana, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.
Baca Juga: WOW! Bogor Jadi Primadona Baru Warga Jakarta untuk Membeli Rumah
Pada hari pertama pelaksanaan Bogor Suka Suka, antusiasme pengunjung sangat tinggi. Bahkan selepas petang, warga sudah memadati kawasan Surya Kencana.
Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, juga hadir langsung untuk menikmati kuliner di Bogor Suka-Suka.
"Bogor Suka Suka kuliner malam di Jalan Surya Kencana ini ada 150 stan para pelaku usaha kuliner di Bogor, semua enak-enak," ujar Dedie Rachim.
Baca Juga: Motor Roda Tiga di Cileungsi Bogor Terbakar Usai Isi Bensin, Uang Rp10 Juta di Bagasi Ikut Hangus
Dengan adanya festival ini, masyarakat tidak perlu berkeliling kota, cukup datang ke satu tempat untuk menikmati aneka kuliner khas Kota Bogor.
"Harapannya, semakin dikenal kuliner Bogor, maka semakin banyak orang yang datang ke Bogor untuk menikmati wisata kuliner," ujarnya.
Sebanyak 150 stan kuliner berdiri membentang sejauh 850 meter di Jalan Surya Kencana.
Ketua Panitia HJB ke 543, Rino Indira, mengatakan bahwa jumlah pengunjung yang hadir mencapai lebih dari 3.000 orang.
Bahkan beberapa stan makanan Bogor Suka Suka harus menambah persediaan, karena tingginya antusiasme pengunjung.
"Beberapa stan sudah habis, ada yang menambah stoknya juga tadi. Di beberapa tempat habis cepat, ada juga yang membawa stok banyak dan masih menjajakan hingga malam penutupan," katanya.
Meski sempat diguyur hujan, lanjut Rino, animo masyarakat tetap tinggi dan perputaran ekonomi diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
"Iya, gede banget (perputaran uang). Kalau dihitung saja dari 150 stan, dipukul rata pendapatan setengah juta, maka perputaran ekonominya sudah cukup besar," ujarnya.
Ia melihat Bogor Suka Suka ini merupakan potensi yang bisa dilanjutkan secara rutin dengan konsep yang lebih rapi, seperti car free night.



