POJOKBOGOR.id – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi ancaman serius di musim pancaroba.

Untuk mencegah penyebarannya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor kembali menggalakkan kampanye Gerakan 3M Plus kepada masyarakat.

Kepala Dinkes Kota Bogor, Sri Nowo Retno, menjelaskan bahwa gerakan ini bertujuan untuk memutus rantai perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti, pembawa virus DBD.

Ia mengajak masyarakat untuk rutin melakukan tiga langkah utama yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, serta memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menampung air hujan.

“Kalau hanya 3M saja belum cukup,” tegas Retno, Jumat (23/5).

“Harus ada tambahan langkah ‘Plus’ untuk benar-benar mencegah gigitan nyamuk dan memutus siklus hidupnya”.

Langkah tambahan ini mencakup memelihara ikan pemakan jentik, menanam tanaman pengusir nyamuk, menggunakan kelambu saat tidur, serta memasang kawat kasa di ventilasi rumah.

Selain itu, masyarakat juga disarankan memakai losion antinyamuk dan menghindari kebiasaan menggantung pakaian sembarangan yang bisa jadi tempat persembunyian nyamuk.

“Jangan lupa juga lakukan larvasidasi pada wadah air yang sulit dibersihkan secara rutin,” tambahnya.

Retno menekankan bahwa kunci utama pengendalian DBD ada pada kesadaran kolektif.

Ia mengajak semua lapisan masyarakat mulai dari rumah tangga, sekolah, hingga tempat kerja untuk aktif dalam Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

“Kalau demam tinggi selama dua hari, jangan tunda. Segera periksa ke fasilitas kesehatan. DBD bisa berbahaya kalau terlambat ditangani,” imbaunya.

Dengan gerakan bersama dan konsisten, Retno optimis penyebaran DBD bisa ditekan dan lingkungan tetap sehat.***