POJOKSATU.id, BOGOR - Lima Mahasiswa S2 Program Studi Ilmu Keluarga dan Perkembangan Anak (IKA), IPB University lakukan pemberdayaan keluarga.
Kegiatan yang bertema “Membangun Keluarga Tangguh, Mempersiapkan Remaja Hebat” ini berlangsung pada 4-5 November 2024 di aula Kelurahan Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.
Pada kegiatan ini mahasiswa S2 IPB di bawah bimbingan Dr Ir Diah Krisnatuti, MS memberikan penyuluhan terkait pentingnya menciptakan keluarga yang tangguh.
“Keluarga adalah tempat pertama dan utama anak mendapatkan pengasuhan, pendidikan, dan pengajaran, sehingga sangat penting untuk menguatkan pondasi dalam keluarga,” ucap Nurjanah Purnama, mahasiswi S2 IKA IPB.
Pemberdayaan yang berlangsung selama 2 hari tersebut bukan hanya diberikan untuk ibu-ibu saja, tapi juga untuk remaja berusia 12 sampai 18 tahun.
Mahasiswa S2 IKA memberikan pemberdayaan terkait pengasuhan anak, interaksi keluarga, bahaya adiksi gadget, dan mempersiapkan masa baligh remaja.
“Hari pertama kami melakukan pemberdayaan kepada ibu-ibu yang memiliki anak usia remaja dan hari kedua pemberdayaan dilakukan kepada remaja,” jelas Rahmi Damayanti, mahasiswi S2 IKA IPB.
Bukan tanpa alasan, mahasiswa S2 IKA IPB memilih sasaran pemberdayaan kepada ibu yang memiliki anak remaja. Hal ini karena banyak permasalahan dan tantangan yang dihadapi orang tua untuk mengasuh dan mendidik anak yang menginjak usia remaja.
“Banyak masalah yang terjadi pada anak seperti agresifitas remaja, tawuran, pergaulan bebas, dan masih banyak lagi,” ucap Lulu Maknunah, mahasiswa S2 IKA.
“Masalah kecanduan gadget juga menjadi hal yang perlu menjadi perhatian karena zaman sekarang anak sudah pegang handphone sejak kecil,” sambung Eka, mahasiswi S2 IKA.
Berangkat dari masalah yang ada para mahasiswa S2 IKA merasa sangat perlu melakukan pemberdayaan kepada ibu yang memiliki anak remaja agar dapat memberikan pengasuhan dan pengawasan yang tepat kepada anak, dapat mempersiapkan anak menjadi generasi yang unggul, sehingga tercipta keluarga yang tangguh dan berkualitas.
“Orang tua harus tahu bagaimana cara mengasuh anak yang tepat, karena tentunya setiap anak itu tidak sama,” Ucap Ihsan Baihaqi, yang juga merupakan pembicara pada pemberdayaan keluarga ini.
Lebih lanjut Ihsan mengatakan interaksi keluarga juga sangat perlu untuk diperhatikan, seperti interaksi antara suami-istri, interaksi orang tua-anak, interaksi siblings (antar saudara). Pada kegiatan ini juga dilakukan sesi pre-test dan post-test, sesi tanya jawab, serta pembagian doorprize bagi peserta.
“Tujuan adanya pre-test dan post test agar dapat mengukur sejauh mana masyarakat memahami materi yang sudah disampaikan. Harapannya apa yang disampaikan bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari,” ucap Nurjanah.
Masyarakat yang hadir merasa sangat senang dengan adanya kegiatan pemberdayaan keluarga ini.
“Apa yang disampaikan sangat berhubungan dengan kehidupan saya, dan saya jadi sadar mengasuh anak dengan tepat dan menjalin interaksi keluarga yang baik itu kunci keluarga bisa baik dan harmonis. Setelah ini akan saya praktikkan di rumah apa yang sudah disampaikan,” ucap salah satu peserta yang hadir.
Lurah Kebon Pedes, Muhammad Al Farhan mengaku sangat senang dengan adanya program pemberdayaan keluarga yang dilakukan mahasiswa S2 IKA IPB ini, karena dapat menjadi pembelajaran dan masukan yang baik untuk masyarakat di kelurahan Kebon Pedes.
“Kegiatannya sangat positif dan bermanfaat untuk masyarakat, para ibu, kader, dan juga remaja,” pungkasnya. ***



