POJOKSATU.id, BOGOR - Sebanyak 700-an tenaga kesehatan atau nakes Kota Bogor siap-siap kerja 24 jam. Mereka harus siap melayani warga setiap saat apabila Sendi Fardiansyah terpilih menjadi walikota Bogor 2024 - 2029.
Selain melayani warga 24 jam, nakes juga harus tetap menjalankan program Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang jumlahnya tidak sedikit, di antaranya:
- Promosi Kesehatan (Promkes)
- Pencegahan Penyakit Menular (P2M)
- Program Pengobatan
- Kesehatan Ibu dan Anak (KIA)
- Upaya peningkatan gizi
- Kesehatan lingkungan
- Pencatatan dan pelaporan
Nakes puskesmas tidak hanya bertugas memberikan pelayanan maksimal kepada warga, seperti yang dilakukan rumah sakit. Mereka juga harus terjun ke masyarakat untuk melaksanakan program kementerian kesehatan.
Pada sisi lain, kesejahteraan nakes di Kota Bogor justru lebih kecil dibandingkan guru dan pegawai instansi teknis. Nakes tidak mendapatkan tunjangan kinerja (tukin) seperti ASN instansi teknis dengan dalih menerima jasa pelayanan (Jaspel) dari kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Hal itu membuat sejumlah nakes di Kota Bogor ingin pindah ke instansi teknis. Selain karena mengejar tukin, mereka juga berharap beban kerja bisa berkurang saat pindah ke instansi teknis.
Kini, beban mereka bakal semakin bertambah apabila Sendi Fardiansyah terpilih menjadi walikota Bogor 2024.
Calon Wali Kota Bogor nomor urut 1 ini sudah berulang kali memperkenalkan program Doki (Dokter Ontrog Ka Imah) sebagai salah satu program unggulannya di bidang kesehatan.
"Ada program Doki, dokter ontrog ka imah. Jadi untuk yang sakit sudah tak bisa ke puskesmas dan rumah sakit," kata Sendi saat melakukan kampanye sapa warga di Kelurahan Bogor Tengah, Kota Bogor.
Melalui program Doki, kata Sendi, dokter dan perawat akan mendatangi warga yang sedang sakit di rumahnya.
"Nanti dokter dan perawatnya yang menghampiri yang sakit-sakit di rumah," jelas warga di hadapan ibu-ibu.
Selain itu, Sendi juga mengatakan akan membangun puskesmas utama di setiap kecamatan dalam rangka memaksimalkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Dijelaskan Sensi, puskesmas utama ini nantinya dilengkapi rawat inap, sehingga dapat melayani warga 24 jam.
"Kemudian di tiap kelurahan ada ambulans yang piket 24 jam," kata kata Sendi lagi/
Dengan adanya program ini, Sendi yakin pelayanan kesehatan di Kota Bogor ke depan semakin mudah.
"Masyarakat Kota bogor akan lebih bahagia lagi kalau pelayanan kesehatannya semakin baik, semakin mudah, semakin murah," tandas Sendi.
Selain Sendi, pasangan calon Walikota Bogor nomor urut 4, Rena Da Frina dan Teddy Risandi juga menyiapkan program layanan puskesmas 24 jam.
"Kita ada (program) Ready Sehat. Ambulance ambulance 24 jam. Kemudian kita juga membuka layanan puskesmas lebih lama lagi hingga 24 jam," ujar Rena dalam debat publik calon walikota dan wakil walikota Bogor 2024 pada 8 November 2024.
"Kemudian kita siapkan rumah Stunting Ready di setiap kecamatan," tambah mantan Kepala Dinas PUPR Kota Bogor ini. ***



