POJOKBOGOR.id - Masyarakat yang ada di sekitar tempat pembuangan sementara atau TPS Pasar Bogor, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, mengeluhkan batu gundukan sampah yang menggunung.
Tumpukan sampah menggunung di TPS Pasar Bogor didominasi sampah sayur sayuran yang berasal dari pedagang Pasar Bogor.
Namun, tak sedikit pula sampah rumah tangga yang dibuang dalam kantong kantong plastik berukuran besar ikut menyumbang tumpukan sampah di TPS Pasar Bogor.
Baca Juga: STP IPB University Bersama Sriboga Dukung UMKM di Bogor Naik Kelas
Imbasnya, aroma tidak sedap tercium jelas dari radius puluhan meter.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Syarifah Sofiah mengatakan, tumpukan sampah tidak hanya berasal dari dalam pasar, tetapi juga banyak masyarakat sekitar maupun luar kawasan yang membuang di sana.
Ia juga meminta ke pihak Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) selaku pengelola untuk membatasi pembuangan sampah ke TPS Pasar Bogor.
“TPS Pasar Bogor ini harus ada batas. Karena ini semua orang membuang sampahnya ke sini, baik dari pedagang ataupun warga dari luar. Kami lihat ada sampah kasur, bantal, padahal pasarnya pasar sayuran,” ucap Syarifah.
Proses pengangkutan sampah sebenarnya sudah dilakukan oleh pihak PPJ sejak Minggu 16 Juni 2024.
Namun, karena jumlah sampah yang banyak, pengangkutan akan terus dilakukan sampai dua-tiga hari ke depan.
Proses pengangkutan sampah terbilang lama karena truk pengangkut sampah milik DLH kota Bogor terbatas.
“Sisa sampah yang masih di TPS itu akan kita selesaikan dengan sekitar 20-25 truk lagi. Cuma truk yang ada di DLH setiap pagikan dia punya tugas rutin mengangkut dari tempat biasa, dibawa ke Galuga. Jadi nanti pengangkutan ini (TPS Pasar Bogor) setelah ia kembali dari Galuga, mengangkut yang ini,” ujar Syarifah.
Baca Juga: Penduduk Kabupaten Bogor Melimpah, Ade Wardhana: Kuncinya Tambah Lapangan Pekerjaan
Sementara itu, Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) berencana mengadakan armada sendiri untuk melakukan pembersihan sampah yang ada di semua pasar di Kota Bogor.
Direktur Utama Perumda PPJ Zenal Abidin mengatakan, sampah yang terlalu banyak membuat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) tak bisa bergerak cepat. Bahkan pihaknya harus menyewa armada swasta untuk membantu.
"Kami belum punya armada sendiri sehingga ke depan akan direncanakan untuk pembelian armada truk sampah," katanya.
Pengadaan ini akan dilakukan pada anggaran perubahan Agustus nanti. Pihaknya akan mulai merencanakan armada tersebut menyesuaikan keuangan yang dimiliki.
"Pada intinya kami akan mengadakan sesuai perintah pimpinan, namun ini jangka panjang tidak bisa begitu saja dibeli," bebernya.



